Kasih Karunia dan Sukacita

Kasih Karunia dan Sukacita

daniel.tanamal Official Writer
2250
Ada waktunya dalam hidup, manusia akan bertemu dengan keterbatasan. Ada masa dimana harta, tahta, pangkat dan saudara tidak lagi mampu menolong kita. Di saat itulah kita hanya bisa berserah dan mengandalkan Tuhan. Kondisis seperti ini membuka pintu kasih karunia. Kita hanya bisa mengandalkan anugerahnya. Kesadaran akan keterbatasan diri membuat manusia menanggalkan jubah kesombongan. Saat manusia tahu apa artinya menihilkan diri, hatinya menjadi mudah terarah pada pencipta-Nya. Di sinilah awal sukacita kehidupan. Hidup dalam anugerah Allah membuat kuta dilimpahi sukacita. Bebas dari kuatir akan masa depan, dan mampu mengampuni masa lalu kita.

Bagi kita yang masih mengandalkan harta, ingatlah apa yang terjadi setelah tsunami. Disana kita melihat tragedi harta dan nyawa yang lenyap seketika. Halimah hanya bisa meneteskan airmata sambil memandangi kampung Longa yang lenyap ditelan bumi. Rumah, mobil, orang tua, anak dan suami lenyap karena bencana. Setelah menyapa dan berdoa dengannya aku menemukan kebenaran yang tidak akan kulupakan. "Semua yang fana sifatnya sementara. Jangan pernah mengandalkan harta atau tahta keduanya akan meninggalkan kita atau manusia yang akan meninggalkan mereka"

Sudah saatnya kita semua hidup dalam anugerah-Nya. Hanya kasih setia-Nya yang bisa membuat kita berhasil. Bahkan kekayaanpun datang karena Tuhan, susah payah tidak menambahinya. Kesehatan, keharmonisan keluarga, keberhasilan dalam pelayanan, kepandaian dan kehebatan itu datangnya dari yang maha kuasa. Oh alangkah indahnya saat kita bangun pagi dan menyadari bahwa hari ini adalah pemberian Tuhan.

"Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami." Mazmur


Halaman :
1

Ikuti Kami