Gereja Dirusak, Pendeta Ini Memaafkan dan Bebaskan Pelaku

Gereja Dirusak, Pendeta Ini Memaafkan dan Bebaskan Pelaku

Mega Permata Official Writer
5816

Dilansir Christianheadlines.com, seorang pendeta Turki menjadi topik utama setelah ia memilih untuk memaafkan pelaku yang telah merusak gereja.

Menggunakan nama samaran, Pendeta Matta memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan terhadap seorang pria dari agama mayoritas yang telah merusak, memecahkan jendela dan kamera di gedung kependetaan. Diketahui, ternyata penyebab tindakan anarkis itu adalah orang tersebut marah karena gereja tersebut mengajarkan untuk berpindah keyakinan menjadi pengikut Kristus.

"Selama persidangan, hakim bertanya apakah saya tidak ingin menuntut tuntutan atau tidak, saya jawab, aku tidak menuntut tuntutan karena Tuhan meminta saya untuk memaafkan," tutur Pendeta Matta, seperti dikutip Christianheadlines, Jumat (29/7).

Walaupun hakim pengadilan meragukan keputusan Pastor Matta yang tidak ingin melakukan tuntutan hukum,  Pendeta Matta tetap bersikukuh kepada pilihannya. Pendeta Matta mengatakan, "Tidak, saya tidak ingin; satu-satunya yang saya ingin kenalkan, bahwa kita bukanlah orang-orang jahat," jelas Pendeta Matta.

Sebaliknya dengan kejadian ini dan beberapa berita yang sudah tersebar luas membuat semakin banyak orang-orang datang ke gereja tersebut. Sekelompok ekstrimis tersebut mengira bahwa dengan mereka melakukan kekacauan itu bisa membuat orang-orang takut pergi ke gereja. "Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa setelah kejadian serangan ini berita baik bagi kita telah diterbitkan dalam banyak koran dan beberapa pejabat datang mengunjungi kita," ucapnya.

Pendeta mengungkapkan bahwa orang yang  telah menerima Yesus meningkat dramatis, terpanggil oleh karena kasih dan sayang yang ditunjukan oleh umat Kristen. Pendeta juga menceritakan bahwa pengungsi Kristen yang melarikan diri dari Irak telah datang kembali kepada gerejanya, semua menceritakan keluh kesah dan kebiadaban militan ISIS  yang Menganiaya umat Kristen di wilayah yang mereka tempati. Pendeta Matta mengatakan semua yang dia bisa katakan pada pengungsi akan Firman Tuhan sendiri yaitu, "Kasihilah musuhmu."

Demikian juga Tuhan jelas mengatakan pada Lukas 6:27, "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;" dan milikilah sikap kerendahan hati untuk selalu memaafkan. 

Sumber : Christianheadlines/Christiantoday/Jawaban.com

Ikuti Kami