Star Trek Beyond, Ketika Kegalauan Muncul di USS Enterprise
Sumber: Google

Entertainment / 28 July 2016

Kalangan Sendiri

Star Trek Beyond, Ketika Kegalauan Muncul di USS Enterprise

Puji Astuti Official Writer
3321

Jika Anda penggemar film Star Trek dari masa ke masa, maka Anda pasti menantikan kehadiran Star Trek Beyond ini. Merayakan debutnya yang ke 50 tahun, Star Trek berhasil menghadirkan sebuah cerita yang menarik dengan tidak meninggalkan warisan khas tayangan ini. Untuk masyarakat Indonesia sendiri, film ini dinanti karena ingin melihat aksi dari Joe Taslim yang memerankan salah satu karakter antagonis, yaitu Manas. 

Tentunya saya tidak akan mengungkap terlalu banyak, agar Anda tetap mau menonton film ini. Tapi mari kita mulai dari awal cerita; seperti biasa Star Trek dibuka dengan narasi dari Sang Kapten, James T. Kirk dengan kalimat, "Space, the final frontier. These are the voyages of the starship Enterprise. Its five-year mission: to explore strange new worlds, to seek out new life and new civilizations, to boldly go where no man has gone before." Namun kali ini Kapten Kirk sedang galau, ia ingin melepaskan posisinya sebagai Kapten USS Enterprise. Ia mempertanyakan pilihan dan tujuan hidupnya. Di saat bersamaan, Commander Spock juga mengalami hal yang serupa, terlebih saat ia mendapat kabar meninggalnya Ambassador Spock (Spock dari masa depan -red) meninggal dunia. Spock memutuskan untuk meneruskan pekerjaan Ambassador Spock dan akan meninggalkan USS Enterprise juga. 

Apakah Anda juga pernah mengalami situasi seperti Kapten Kirk dan Spock ini? Suatu saat ketika karir sudah mapan, semua baik-baik saja, dan semua telah menjadi sebuah rutinitas rasanya ada sesuatu yang kurang dalam hidup Anda. Kadang kemapanan membuat kita melupakan visi dan tujuan awal yang menjadi pendorong dan motivasi kita berjuang dan menjalani kehidupan. Jika Anda juga pernah mengalaminya, mari belajar dari kedua karakter dari Star Trek ini: jangan buru-buru mengambil keputusan. 

Saat dua tokoh ini galau dengan kehidupan mereka, sebuah kondisi kritis terjadi dimana USS Enterprise diutus dalam misi penyelamatan. Tetapi hal itu ternyata adalah jebakan dimana mereka bertemu dengan musuh yang tidak terduga dan sangat kuat, yaitu Krall dan gerombolannya yang banyak seperti sekelompok lebah. Sosok mahluk alien bernama Krall ini sangat seram, kuat dan bengis, sebuah spesies yang baru dan belum pernah ditemui sebelumnya. 

Yang membuat cerita ini menarik adalah bagaimana asal usul sosok Krall dan spesiesnya ini terungkap menjelang akhir film. Ups... tenang, sampai disitu saja, saya tidak akan bocorkan sisa ceritanya. 

Namun yang saya ingin bagikan dari film Star Trek Beyond ini adalah bagaimana sosok Krall berkesan bagi saya. Berulang kali, dalam film ini Krall mengungkapkan kebenciannya kepada Federasi, kebenciannya itu telah mengubah arah hidupnya. Ia kehilangan tujuan hidupnya yang mulia, dan didorong oleh kebencian dan kekecewaan untuk menghancurkan Federasi dan juga kedamaian antar galaksi. 

Hal ini saya rasa berlaku dalam kehidupan ini, jika seseorang dikuasai oleh kebencian, kekecewaan dan kepahitan, maka hidupnya akan terarah menuju tujuan yang salah. Pandangannya kepada tujuan yang mulia akan dikaburkan oleh kebencian itu, dan pada akhirnya membuat orang tersebut melakukan tindakan-tindakan yang merusak. Bukan hanya merusak kehidupan orang lain, namun kebencian itu tanpa sadar telah merusak dirinya sendiri. Jadi kalau Anda ingin melihat bagaimana dampak negatif kebencian terhadap karakter dan penampilan seseorang, maka lihatlah sosok Krall. 

Kalau saya diijinkan merangkum benang merah cerita Star Trek Beyond ini maka  yang saya katakan adalah: tentang tujuan hidup atau visi. Fokus kepada visi dan tujuan hidup serta tetap meyakini dan berpegang teguh pada hal tersebut dalam jangka waktu yang panjang bukanlah hal yang mudah. Hal tersebut butuh perjuangan, kerja keras dan juga pengorbanan. Dan jika Anda kehilangan fokus tersebut, dampaknya akan fatal, terlebih seorang pemimpin. Karena pemimpin yang kehilangan visi akan membawa orang-orang yang dipimpinnya ke arah yang salah. 

Jadi secara alur cerita dan pesan, Star Trek Beyond ini terbilang bagus. Untuk karakter dan tokoh, bisa dikatakan berkesan karena bagi para penggemar film ini bisa bernostalgia.Namun untuk animasi dan aksi perkelahiannya terbilang biasa saja, walau demikian paling tidak untuk penonton di Indonesia hal ini penting karena bisa melihat aksi Joe Taslim menunjukkan kebolehannya. 

Sumber : Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami