Salah Ngetweet Soal Rasialisme, Penyanyi Rohani ini Minta Maaf
Sumber: jamaica311.com

Entertainment / 25 July 2016

Kalangan Sendiri

Salah Ngetweet Soal Rasialisme, Penyanyi Rohani ini Minta Maaf

daniel.tanamal Official Writer
3654
Salah satu Penyanyi lagu-lagu rohani yang cukup senior di Amerika Serikat (AS), Kirk Franklin, meminta maaf kepada seluruh penggemarnya yang tersinggung dengan ucapan di akun twitternya. Franklin merasa dirinya salah memberikan pandangan dalam peristiwa penembakan di Baton Rouge, Louisiana beberapa waktu lalu.

“Saya ingin meminta maaf. Saya merasa salah dalam menjelaskan pandangan saya,” kata Franklin di akun twitternya, @kirkfranklin. Dalam statusnya awalnya itu, ia mengeluarkan pernyataan yang cenderung membenarkan tindakan yang dilakukan kepolisian dalam peristiwa penembakan yang disebut-sebut berbagai pihak terkait erat dengan stigmatisasi rasialisme.

Franklin menambahkan dengan status twitter yang dia perbaharui beberapa saat setelah peristiwa Baton Rouge terjadi, merupakan bentuk pengingat kepada orang-orang agar peduli dan tidak saling menyakiti. Beberapa waktu lalu musisi gereja berusia 46 tahun tersebut mengatakan siapa pun yang melakukan pembunuhan terhadap polisi sama artinya dengan melakukan tindakan terorisme.

Komentar Franklin mendapat banyak tentangan, salah satunya dari akun twitter yang tidak disebut namanya, pengikut di akun twitter Kirk Franklin tersebut yang awalnya setuju, namun kemudian menyanggah pendapat tersebut, dengan menjelaskan bahwa polisi yang membunuh orang yang tidak bersenjata, juga adalah tindakan yang salah.

Franklin dikenal sebagai musisi lagu-lagu rohani di Amerika Serikat, selain itu dia adalah konduktor dari kelompok paduan suara gereja  kontemporer ternama Amerika Serikat antara lain The Family, God's Property, dan One Nation Crew. 

Penembakan di Baton Rouge, Louisiana tersebut melibatkan seorang laki-laki kulit hitam dan beberapa petugas kepolisian. Pelaku penembakan berhasil dilumpuhkan petugas kepolisian Baton Rouge, dan kemudian diidentifikasi bernama Gavin Long.  Dalam aksi penembakan di Baton Rouge enam orang polisi menjadi korban. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lainnya terluka. 
Sumber : ChristianPost/SatuHarapan
Halaman :
1

Ikuti Kami