Apakah Anda Yakin Sudah Selamat?

Apakah Anda Yakin Sudah Selamat?

Puji Astuti Official Writer
6041

Setiap tahun ada saja orang yang memacu adrenalin dengan mendaki gunung setinggi 26,545 kaki, Gunung Annapurna di Nepal yang merupakan puncak tertinggi urutan ke sepuluh di dunia. Namun tidak sedikit yang harus menghadapi maut bahkan tewas dalam pendakian yang bahkan jasadnya pun tak ditemukan. 

Melakukan misi penyelamatan di ketinggian 8000 meter membutuhkan mukjizat dan mukjizat itu terjadi pada musim pendakian di tahun 2010. Tiga orang pendaki asal Spanyol terjebak di ketinggian 22,900 kaki oleh badai salju. Dengan berani pilot asal Swiss, Capt.Daniel Aufdenblatten, melakukan misi penyelamatan, namun ia  tidak menemukan tempat untuk mendarat dimana tiga pendaki itu berada. Berpikir cepat dan dibantu oleh co-pilotnya, mereka menurunkan tali panjang  dan secara hati-hati mengangkat ketiga pendaki itu dari gunung tersebut. 

Tahukah Anda, bahwa Tuhan juga berkecimpung dalam misi penyelamatan, seperti pilot helikopter dalam cerita di atas? Dengan ajaib Tuhan menyelamatkan orang berdosa. Hidup saya diubahkan melalui kuasa Injil, dan sekarang saya hidup untuk mengagungkan, menyembah dan melayani Tuhan. Namun, dalam 13 tahun lebih perjalanan saya mengiring Tuhan saya telah mengalami berada di puncak gunung dimana pemandangnya begitu megah dan indah, berada di lembah yang gelap dimana kesedihan, kebingungan dan frustrasi menjadi sahabat saya. Saya juga telah melewati gurun yang tak berujung selama berminggu-minggu, bertanya-tanya mengapa saya tidak juga menemukan oasis. 

Selama hari-hari penuh tantangan itu, saya bertanya-tanya apakah saya telah diselamatkan? Semua itu membawa saya pada pertanyaan: Bagaimana orang tahu bahwa dirinya telah diselamatkan?

Dasar keselamatan kita

Tuhan memberikan kepada kita hidup kekal, dan kehidupan itu ada di dalam Anak-Nya, Yesus Kristus. 1 Yohanes 5:11-13 berkata : 

Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

Pernyataan ini ditulis oleh Yohanes, salah satu dari 12 rasul, kepada umat percaya yang membutuhkan kepastian bahwa keselamatan mereka adalah hal yang nyata. Charles Spurgeon pernah berkata: 

Iman yang menyelamatkan adalah sebuah hubungan yang langsung dengan Kristus, percaya, menerima dan berserah hanya kepada-Nya, untuk pembenaran, pengudusan dan kehidupan kekal berdasarkan kasih karunia Tuhan. 

Jadi jaminan keselamatan kita dimulai dari obyek keselamatan kita : Yesus Kristus. Siapapun yang memiliki Anak memiliki hidup, demikian yang dikatakan Yohanes. Dia menulis ini kepada umat Kristen "yang percaya di dalam nama Anak Allah agar mereka tahu bahwa mereka memiliki hidup kekal. 

Buah-buah keselamatan kita

Sebagai orang percaya, banyak dari kita telah memanjatkan doa keselamatan, dimana kita mengundang Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat roh kita. Kebanyakan dari kita memiliki kisah saat diselamatkan yang secara detail bercerita tentang hidup kita sebelum bertemu Kristus, saat bertemu Kristus dan bagaimana Kristus mengubahkan hidup kita. Kesaksian kita beraneka ragam, mulai dari yang sederhana hingga yang dramatis, adalah cara kita untuk bersaksi kepada mereka yang tidak memiliki harapan di dalam Yesus Kristus, sambil mengingat apa yang telah Tuhan kerjakan bagi kita. 

Meskipun kesaksian kita itu penting, hal itu tidak mencakup keseluruhan kisah, terutama ketika kita mempertanyakan apakah kita sudah benar-benar diselamatkan. Jaminan keselamatan kita kita terletak pada Yesus Kristus, dan jaminan tersebut akan muncul dengan sendirinya melalui buah roh. Karena orang yang sudah diselamatkan menghasilkan buah roh bagi Tuhan. 

Dalam 1 Yohanes , kita bisa lihat beberapa buah roh yang seharusnya dihasilkan oleh orang-orang yang telah diselamatkan 

- Dia mengasihi Tuhan (1 Yohanes 2:5)

Ada banyak cara untuk mengasihi Tuhhan, namun tidak ada cara yang lebih baik daripada memuliakan Dia melalui perkataan, pikiran dan tindakan kita. 

- Mengasihi sesama (1 Yohanes 3:1-24)

Saat seseorang telah diselamatkan, ia mengasihi Tuhan dan sesama bukan karena sebuah kewajiban atau hal itu adalah sebuah perintah Tuhan, namun karena kasih itu lahir dalam hatinya. Mereka yang telah diselamatkan telah mengalami terlebih dahulu kasih dari Tuhan itu, sehingga dari dalam hatinya mengalir kasih untuk mengasihi sesamanya. 

- Memegang teguh Firman Tuhan (1 Yohanes 5:2)

Karena mengasihi Tuhan, maka orang yang diselamatkan akan mentaati perintah-perintah-Nya, yaitu Firman Tuhan. 

- Mengalahkan dunia dengan iman di dalam Kristus (1 Yohanes 5:4)

Kita memang masih hidup di dunia, namun kita bukan lagi bagian dari dunia ini. Melalui iman kita di dalam Kristus dan karya-Nya di kayu salib, kita akan menang atas setiap pergumulan dan tantangan yang kita hadapi dalam kehidupan ini. 

- Tinggal di dalam Kristus (1 Yohanes 2:28)

Tinggal di dalam Kristus artinya kita bertekun dalam iman kita dan terus melekat kepada Kristus. 

- Hidup dalam kebenaran (1 Yohanes 2:29)

Sebagai orang percaya, kita akan terus mengejar kekudusan dan hidup benar dengan terus hidup dalam pertobatan. Tujuan utama kita adalah hidup benar sebagai bukti bahwa Tuhan hidup di dalam kita melalui Roh Kudus dan Dia mengubah kita. 

Hasil keselamatan kita

Apakah Anda masihmempertanyakan keselamatan Anda? Hal ini terkadang menjadi sesuatu yang menantang untuk yakin bahwa kita memiliki hidup kekal di dalam Yesus karena kita manusia berdosa, kita lemah dan kita berubah-ubah. Jadi kita bertanya-tanya apakah Tuhan akan marah dan akan membatalkan kasih karunia-Nya yang telah Ia anugerahkan. 

Tetapi Yesus Kristus tidak pernah berubah. Hal ini yang perlu kita sadari, bahwa kasih Tuhan itu tidak bersyarat, dan dasar keselamatan kita itu tidak tergoncangkan. Apa yang telah Tuhan mulai, Dia pasti akan selesaikan! David Jeremiah pernah berkata, "Menyelamatkan kita adalah hal terbesar dan bukti paling nyata dari kasih Tuhan, memperlihatkan kepastian dari anugerah-Nya dari waktu ke waktu hingga kekekalan."

Tuhan telah memberikan kepada kehidupan kekal, dan kehidupan ini ada di dalam Anak-Nya, Yesus Kristus. Dialah yang secara ajaib menyelamatkan kita, dan Dialah yang akan memimpin kita untuk berbuah di dalam Dia. Dialah jaminan kita!

Adaptasi dari tulisan Doug Andre penulis mingguan di GotQuestions.org 

Sumber : Crosswalk.com | Jawaban.com | Puji Astuti

Ikuti Kami