Ini Kata Menag Terkait Pentingnya Merawat Kerukunan Beragama

Ini Kata Menag Terkait Pentingnya Merawat Kerukunan Beragama

Lori Official Writer
1702

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan tentang pentingnya kerukunan umat beragama demi keutuhan NKRI. Sebab kerukunan adalah sesuatu yang mendasar dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk dan beragam, terlebih di era globalisasi ini. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pembukaan konferensi Nasional ke-2 ‘Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)’ di Bali pada Sabtu, 11 Juni 2016 pekan lalu.

Menag Lukman juga menegaskan agar agama tidak dijadikan sebagai tameng dari kepentingan pribadi atau kelompok. Sebab sejatinya agama berperan penting dalam memanusiakan manusia. “Saat ini yang perlu dicermati dalam era globalisasi adalah bagaimana kita menjaga esensi nilai agama itu, agar tidak dipolitisasi atau agama digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu. Karena, kita semua menyadari bahwa hakikat agama adalah memanusiakan manusia,” ucapnya, seperti dikutip laman Kemenag.go.id, Minggu (12/6).

Ia juga menjelaskan, secara mendasar semua agama mengajarkan kebaikan dan melarang tindakan kejahatan. Sehingga dalam konteks keragaman agama di Indonesia, pemuka agama perlu lebih mengedepankan sisi dalam agama. “Esensi agama adalah sisi dalamnya. Hakikat toleransi adalah lebih banyak memberi daripada meminta,” lanjutnya.

Ia menuturkan bahwa nilai agama menjadi perekat menjadi perekat dalam merajut keragaman untuk utuhnya bangsa. Konstitusi Indonesia bahkan kaya akan nilai-nilai agama. “Pondasi kerukunan pada masyarakat yang religus adalah nilai-nilai agama dan kearifan lokal yang menjadi modal utama dalam merajut kerukunan,” tandasnya.

Hal ini disampaikan Memag Lukman di hadapan para hadirin yang ada di Konferensi Nasional ke-2 ini, diantaranya Gunernur Bali I Made Mangku Pastika, Dijen Bimas Hindu I Wayan Widnya, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Ferimeldi, Kakanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia serta para pengurus FKUB se-Indonesia. Konferensi inipun rencananya akan berlangsung hingga 13 Juni 2016 ini.

Sumber : Antaranews.com/jawaban.com/ls

Ikuti Kami