Polisi Tiongkok Larang Umat Kristen Ini Adakan Pertemuan Doa

Polisi Tiongkok Larang Umat Kristen Ini Adakan Pertemuan Doa

Mega Permata Official Writer
5321

Pihak berwenang Tiongkok bagian utara melarang umat Katolik di Keuskupan Handan mengadakan pertemuan doa. Akibatnya mereka terpaksa membatalkan pertemua doa setelah otoritas pemerintah mereka tidak memiliki izin berkumpul bersama.

Menurut Christiantoday.com, Uskup Stephen Yang Xiangtai menyerukan pertemuan doa setelah tiga gereja di provinsi Handa telah dirusak. Untuk itulah mereka merencanakan hari doa dan puasa dan diadakan di salah satu gereja yang dirusak tersebut.

Namun pihak dari Departemen Agama melangkah masuk dan melarang gereja-gereja terlibat dalam pertemuan doa, dan mengklaim mereka tidak memiliki izin untuk mengumpulkan orang-orang Kristen dari berbagai kabupaten.

Beberapa imam dipisahkan dan ditempatkan dibawah pengawasan dan yang lain dicegah untuk memasuki desa yang dipakai untuk melakukan pertemuan sebagai tempat doa mereka. “Polisi dan keamanan itu takut pertemuan dan penebusan dosa terjadi, itu sangat menggelikan,” ucap penduduk Kristiani pada Asia News.

4 Juni kemarin menandai ulang tahun ke-27 tahun pembantaian di Lapangan Tiananmen, di mana ratusan demostran pro-demokrasi tewas dibawah pimpinan Presiden Xi Jinping. “Memang benar bahwa kita berada di periode 4 Juni, tetapi polisi neurosis (stress) itu selalu melakukan serangan terhadap kebebasan beragama,” ucap salah satu penduduk Kristiani tersebut. 

Penganiayaan umat Kristen di Tiongkok telah berkembang dan terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Seperti dilansir Christianheadlines.com dilaporkan sebelumnya, sebanyak 1.700 gereja telah dihancurkan termasuk meruntuhkan salib mereka dan banyak umat Kristen yang masuk penjara dalam dua tahun terakhir.

Sumber : Christiantoday/Christianheadlines.com/Jawaban.com

Ikuti Kami