Akhirnya, Setelah Ratusan Tahun, Makam Yesus Kristus Direstorasi

Akhirnya, Setelah Ratusan Tahun, Makam Yesus Kristus Direstorasi

daniel.tanamal Official Writer
4835

Akhirnya setelah melalui proses yang sangat panjang, makam Yesus Kristus, Gereja Makam Kudus (Holy Sepulchre) akan segera direstorasi. Kepastiannya terwujud setelah Tiga pendeta gereja pengelola, Ortodoks Yunani, Katolik, dan Apostolik Armenia akhirnya berjabat tangan yang menjadi tanda dimulainya restorasi tempat yang dipercaya Golgota itu.

Renovasi skala besar seperti ini adalah yang pertama kali sejak tahun 1800-an. “Kami mewujudkan yang kami janjikan. Janji untuk restorasi dan janji untuk saling bekerja sama,” kata Patriark Ortodoks Yunani Theophilos III saat peresmian restorasi, Jumat (20/5) lalu.

Menurut arsitek Armenia Irina Badalyan yang bergabung dengan kelompok kerja renovasi  dari Patriarkat Armenia di Yerusalem, para arsitek Komnenos adalah pihak yang sempat merestorasi sejak kebakaran besar pada 1808 terjadi. “Arsitek Komnenos, yang merestorasi setelah kebakaran pada tahun 1808, adalah orang yang ada di belakang kapel yang  terlihat sejak akhir abad ke-19 ini.Meskipun demikian, struktur ini rusak parah akibat gempa 1927.”

Sudah bukan rahasia, para pengelola gereja makam Yesus Kristus ini ratusan tahun saling berseteru. Sampai-sampai pemegang kunci gereja adalah keluarga Muslim Palestina: Nusseibeh dan Joudeh. Bahkan gara-gara konflik itu, sebuah tangga kayu pun selama lebih dari 250 tahun tidak bisa dipindah dari bawah jendela tanpa menimbulkan konflik.

Pada tahun 1947, Inggris memperkuat kapel ini dari luar dengan bingkai logam, untuk mencegah keruntuhannya berlanjut. Kelompok studi profesional telah menciptakan model komputer tiga dimensi dari Makam Kudus, mencari kemungkinan terbaik untuk merenovasi dengan mempertahankan kondisi seasli mungkin. Menurut Irina Badalyan, Makam Kudus  yang ada dalam edicule, adalah struktur yang kompleks.

Menurut perkiraan awal diperlukan € 3 juta (sekitar Rp 45 rupiah) untuk proyek ini. Patriarkat Yunani, Katolik, dan Armenia akan mengalokasikan € 1 juta, masing-masing. Karya ini diharapkan akan selesai dalam waktu delapan sampai dua belas bulan, tapi selama waktu itu, Makam Suci akan tetap terbuka bagi para peziarah.


Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami