Imam Katolik Ini Dibebaskan Jelang Kunjungan Presiden Obama Ke Vietnam

Imam Katolik Ini Dibebaskan Jelang Kunjungan Presiden Obama Ke Vietnam

Mega Permata Official Writer
4224

Sebagai dari sikap niat baik, Vietnam membebaskan seorang Imam Katolik yang di penjara sebelum kedatangan Presiden Barack Obama ke negara komunis itu pada hari minggu lalu. Obama akan mengunjungi Hanoi dan kemudian mengunjungi Kota Ho Chi Minh, Vietnam selama tiga hari dan selanjutnya akan berangkat ke Jepang untuk menghadiri KTT di Ise-Shima.

Dalam agenda kepresidenan, kemungkinan akan menekankan atas pembebasan para tahanan politik, sementara tidak menyebutkan keketatan hukum agama yang baru saja diberlakukan di negara tersebut. 

Kembalinya Rev. Nguyen Van Ly ke Keuskupan Agung Katolik di pusat kota Hue, jumat lalu, setelah berada di penjara selama sembilan tahun. Di usia senjanya (70) ia tampak lemah, ia pun dibantu keluar dari minibus dan berjalan menuju ruangan yang telah disiapkan untuknya di keuskupan.

Sejak 1977, Ly dianggap pembangkang yang paling menonjol, dan telah menjalankan dengan jangka waktu panjang di dalam penjara dan menjadi tahanan rumah karena mendukung kebebasan beragama dan berpolitik di negara komunis tersebut.

Kemudian di tahun 2007, setelah dinyatakan bersalah karena menyebarkan propaganda untuk melawan negara, Ly dijatuhi hukuman dan mendekam di penjara selama delapan tahun. Ly akan menyelesaikan uangkapannya jika ia tidak jatuh sakit. Dan di tahun 2010, beliau dibebaskan dengan bersyarat selama 16 bulan dengan alasan kesehatan. Ia kembali ditahan pada tahun 2011 untuk melanjutkan kembali hukuman dan lima tahun percobaan tambahan untuknya.

Pembebasan Ly adalah langkah kecil atas puluhan dari kelompok hak manusia yang mengirimkan permohonan kepada Obama agar beliau mendesak serta menekan Vietnam untuk membebaskan para tahanan politik. “Kami secara terus menerus menyerukan pembebasan Bapa Ly dan semua tahanan berhati nurani lainnya di Vietnam,” ungkap Gabrielle Price sebagai juru bicara khusus Asia Timur dan Pasifik. “Kami sangat prihatin untuk semua tahanan di Vietnam. Kami meminta pemerintah untuk membebaskan tanpa syarat semua tahanan politik dan mengizinkan semua masyarakat Vietnam untuk bisa mengekspresikan padangan politiknya secara damai tanpa ketakutan akan hukuman ganjaran.”

Dibanding Pemerhati Hak Asasi Manusia atau Human Rights Watch, dan kelompok lainnya yang berfokus pada kasus Vietnam mengatakan kepada Obama bahwa yang terpenting adalah untuk membuat kejelasan, antara privasi dan untuk umum, bahwa hubungan AS dan Vietnam pada dasarnya tidak akan menambah kehadiran yang cukup berarti untuk memperbaiki hak kemanusiaan, termasuk membebaskan aktivis yang terkurung dan mengakhiri gangguan dari kelompok masyarakat sipildan menghormati hukum internasional.

Presiden Obama adalah presiden AS ketiga yang mengunjungi negara tersebut sejak Perang Vietnam yang berakhir 41 tahun lalu. Beliau juga akan mengunjungi Hiroshima, dan menjadi presiden pertama yang mengunjungi kota. Perjalanan Obama adalah untuk menyoroti komitmennya pada wilayah Asia-Pasifik, kata seorang ajudan Presiden Obama, menurut ABC News. 

Sumber : Cbn.com/Christianpost.com/Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami