5 Hal Berdoa Ketika Anak Anda Jatuh Dalam Kesesatan

Parenting / 11 May 2016

5 Hal Berdoa Ketika Anak Anda Jatuh Dalam Kesesatan

Mega Permata Official Writer
4679

Bagaimana anda percaya Tuhan untuk tidak khawatir ketika melihat anak anda jatuh pada pergaulan yang sesat? Bagaimana anda percaya bahwa Tuhan akan memberikan pikiran yang baik walaupun itu terlihat begitu buruk? Mungkin anak anda terlibat dalam narkoba, pergaulan malam, atau suka melawan orangtua. Meskipun anda sudah memberikan nasihat-nasihat mereka tetap saja menganggapnya angin lewat. Hal yang paling utama anda lakukan saat itu hanyalah berserah kepada Tuhan. 

Dijumpai juga beberapa orangtua ketika ditanya bagaimana orangtua menghadapi anak-anak mereka yang suka melawannya, jawabannya adalah hanya bisa berdoa kepada Tuhan, dan berharap Tuhan membawa mereka pulih dan kembali ke rumah seperti dulu. Berikut adalah bagaimana anda tetap menaruh harapan, doa untuk anak anda yang tersesat di dunianya;

Pertama, Bawa firman saat mendoakannya

Dalam Yesaya 49:16, Allah mengatakan “Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku”

Seperti kisah seorang ibu yang menyaksikan putrinya hidup dalam dosa, hidup dengan narkoba dan setelah membacakan firman ini dan berdoa atas nama anaknya, Allah pun mengubah hati anak perempuannya tersebut. Ayat diatas dimaksudkan untuk kita bahwa Yesus tahu dan kenal setiap nama-nama orang yang Ia rela mati untuk mereka, dimana bekas paku itu seperti sebuah nama yang sudah terukir ditangan-Nya. Suatu kelegaan ketika tahu bahwa nama kita atau nama anak kita sudah terukir ditangan Yesus dan memulihkannya.

Kedua, Berdoa dengan fokus Karakter Allah ada pada diri mereka

Ada pada Mazmur 139:1-24, dengan judul ayat yaitu “Doa di hadapan Allah yang maha tahu”, berisikan sebuah doa untuk mengingatkan kita kepada-Nya akan kebesaran hati-Nya. Mazmur ini mengajarkan kita bahwa Tuhan lebih mengenal anak-anaknya dibanding kita orangtuanya. Dia yang maha tahu segalanya, Ia tahu keberadaaan dan kondisi anak anda saat kita sama sekali tidak tahu.

Ketiga, Berdoa untuk anak bisa mendengarkan suara Tuhan

Anak-anak akan mendengar suara orangtua dikepala mereka. Dan mereka kemungkinan mencoba mengalihkan atau tidak mau mendengarkan suara tersebut tiap kali jika sedang berkeras hati. Anak-anak juga lebih mendengarkan teman-temannya dan suara yang berusaha menyesatkan mereka. Tetapi mintalah Roh Kudus turun atas mereka, bersuara ditelinga mereka, jauh lebih keras dibanding suara teman-teman mereka. Doakan seperti pada Amsal 2:1-2. Masukan nama anda kedalam ayat-ayat tersebut.

Keempat, Berdoalah minta Hikmat 

Dalam Yakobus 1:5 menyebutkan, “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya,” dan pada ayat 19, dikatakan “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah,”

Mintalah hikmat dari-Nya agar tahu kapan untuk berbicara dan tahu kapan saat anda harus diam kepada anak anda.

Kelima, Berdoalah untuk memiliki hati yang lembut

Alkitab mengatakan dalam Yesaya 53:6, “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” Seperti dalam Lukas 15:4-7, mengenai perumpamaan tentang domba yang hilang. Dia mengumpamakan kita adalah domba-domba yang hilang, jika Ia menemukannya, Ia akan meletakkannya di atas bahunya dengan gembira. Allah berkata dalam Lukas 15:7 bahwa “Aku berkata kepadamu: Demikian juga aka nada sukacita di sorga karena satu orang bertibat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan,” 

Milikilah hati seperti-Nya, berdoa untuk menjadi orangtua yang memiliki kelembutan hati dan siap menyambut anak anda kembali kepelukan anda dengan pengampunan dan kelegaan hati. 

Ketika kita menyerahkan anak kita dalam doa kepada Allah, kita dapat mempercayai bahwa mereka telah berada dalam genggaman tangan Tuhan, dan DIA akan mengerjakan apapun yang DIA inginkan untuk kemuliaan-Nya. Mungkin kita khawatir melihat anak-anak kita seperti itu, atau kita bisa sampai tidak bisa tidur memikirkan tingkahnya. Tetapi tenang saja, karena ada Tuhan yang selalu menjaga mereka, Tuhan akan memulihkan mereka segera.

Sumber : crosswalk/Jawaban.com/em
Halaman :
1

Ikuti Kami