Ini Kata Ahok Soal Renovasi Rumah Ibadah yang Kerap Dipersulit

Ini Kata Ahok Soal Renovasi Rumah Ibadah yang Kerap Dipersulit

Lori Official Writer
7413

Bertepatan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Petra pada di Jakarta Utara, Minggu, 8 Mei 2016, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan sikap terkait pengurusan izin renovasi pembangunan rumah ibadah di ibukota yang kerap dipersulit. 

Dalam acara yang dihadiri Plt Wali Kota Jakarta Utara Wahyu Haryadi, serta Kasatpol PP DKI Jakarta Jupan Royter dan pihak Gereja Petra Pastur Paulus, Ahok menyebut setiap bangunan rumah ibadah tidak perlu lagi meminta izin dengan aturan birokrasi yang tidak jelas.

"Seluruh rumah ibadah yang sudah reyot dan rusak sehingga perlu direvitalisasi. Mau itu gereja, masjid atau vihara sekalipun, nggak perlu lagi minta izin aneh-aneh langsung saja ke Pemda, nanti langsung diberikan izin revitalisasinya," ucap Ahok, seperti dilansir Jaringnews.com.

Seperti diketahui gereja GPIB Petra sendiri adalah gedung gereja yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Gereja ini pertama kali dibangun pada Agustus 1958. Bangunan lalu menjadi rapuh dan memerlukan renovasi sepenuhnya. Namun rencana izin renovasi gereja telah memakan waktu panjang setelah pada akhirnya mendapat IMB pada Mei 2015 silam.

Ahok mengaku setuju dengan rencana pihak gereja untuk tetap melestarikan bagunan gereja yang tepat bersebelahan dengan gedung masjid di Jalan Jampea ini. "Saya senang melihat bangunan gereja ini karena bersebelahan dengan masjid. Di Enggano juga ada yang bersebelahan. Saya kira ini jadi contoh yang baik," ucap Ahok.

Dalam acara itu, Ahok dipersilahkan untuk menuangkan adonan semen ke dalam lubang tanda pembangunan GPIB Petra yang diiming-iming memakan biaya pembangunan sebesar 18 Miliar itu.

Sumber : Jaringnews.com/Kompas.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami