Pendeta Ini Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Politisi PDIP

Pendeta Ini Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Politisi PDIP

daniel.tanamal Official Writer
8092


Kasus suap yang dilakukan oleh Anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti membuat Pendeta (Pdt) Elion Numberi, Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar dipanggil KPK. Dirinya menyebut tidak terlibat dan tidak tahu apa-apa.

Elion menjalani pemeriksaan lebih lima jam. Dia keluar ruang steril KPK sekitar pukul 18.56 WIB. Mulanya Elion mengaku dicecar 12 pertanyaan, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2016). Dia menyatakan, setelah kunker ke Maluku pada Agustus 2015 dirinya langsung pulang atau bertolak ke Papua. Karenanya, Elion mengklaim tidak ada kaitannya dengan kasus suap pengurusan jalan di Maluku dan Maluku Utara. "Saya pulang ke Papua, lebih baik urus Papua dari pada daerah lain. Papua lagi miskin," ujar Elion.

Anak kandung Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi (mantan Menteri Perhubungan) ini memastikan, dirinya tidak pernah ditawari jatah atau fee pengurusan jalan di Maluku dan Maluku Utara. Elion mengklaim dirinya punya wibawa, lebih baik kerja untuk Papua dari pada daerah lain. Artinya lebih baik mengusulkan aspirasi untuk Papua. "Untuk apa dapat duit? Percuma kita masuk DPR harga gitu, ya Tuhan. Itu jauh dari sifat saya. Saya bilang (tanya) dapat duit berapa, saya masuk DPR air mata darah," tuturnya.

Elion mengaku mengenal tiga tersangka Budi Supriyanto (Fraksi Partai Golkar), Andi Taufan Tiro (Fraksi PAN), dan Damayanti sebagai teman di Komisi V. "Saya dipanggil (karena) ya Damayanti sebut-sebut nama saya," ungkapnya.

Ihwal lobi Damayanti ke tersangka Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang membawahkan Provinsi Maluku-Maluku Utara Amran HI Mustary, menurut Elion, merupakan urusan Damayanti. Yang pasti sekali lagi, Elion mengaku tidak pernah berusan dengan Amran soal proyek

Sumber : Berbagai Sumber

Ikuti Kami