10 Ayat Alkitab Tentang Pernikahan Ini Akan Bikin Kamu dan Pasangan Makin Mesra

10 Ayat Alkitab Tentang Pernikahan Ini Akan Bikin Kamu dan Pasangan Makin Mesra

Lori Official Writer
167286

Pernikahan adalah rancangan dari Allah dan firman-Nya banyak berbicara tentang hal ini. Jika Anda memandang bahwa Alkitab adalah isi hati Tuhan, maka akan banyak ayat yang bisa berbicara kepada Anda secara langsung terkait berbagai aspek dalam kehidupan Anda, termasuk soal kehidupan pernikahan Anda.

Untuk itu, jika Anda benar-benar ingin mengalami kehidupan pernikahan Anda sesuai dengan yang dikehendaki Allah, bacalah 10 ayat Alkitab ini. Dengarkan apa yang disampaikan melalui firman-Nya dan lihatlah apa yang akan Tuhan kerjakan dalam pernikahan Anda.

#1 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa (1 Petrus 4: 8)

Ayat ini terbilang cukup sederhana. Kitalah yang kerap kali memperumit hubungan kita. Apabila kita benar-benar saling mengasihi, tanpa pamrih dan sepenuh hati cinta akan mampu mengalahkan segala ketidaksempurnaan dan kekurangan yang kita miliki.

#2 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu (Kejadian 2: 25)

Kata ‘telanjang’ dalam ayat ini tidak berbicara tentang keadaan fisik tanpa busana. Ketelanjangan yang dimaksud berbicara soal transparansi, kejujuran, kerentanan dan mata yang terbuka sepenuhnya. Hal ini penting sekali dalam pernikahan bahwa saat Tuhan sudah menyatukan laki-laki dan perempuan, saat itu pula mereka harus menjalani kehidupan pernikahan dengan penuh kejujuran dan keterbukaan.

#3 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12: 2)

Anda tak perlu membaca ratusan buku tentang panduan menciptakan pernikahan yang harmonis. Jangan menerapkan standar dunia ini dalam pernikahan Anda. Sebab kita hanya perlu mendengar tuntutan Tuhan agar kita bisa membawa pernikahan kita sesuai kepada rencana-Nya.

#4 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri (Amsal 6: 32)

Alkitab menyinggung banyak sekali tentang perzinahan, karena hal itu adalah akar dari kesakitan dan kehancuran. Ayat ini menyampaikan bahwa perzinahan tidak hanya menyakiti orang yang kita ‘selingkuhi’ tetapi juga akan mendatangkan kecelakaan bagi orang yang melakukannya. Tak seorangpun terluput dari hukum akibat perselingkuhan.

#5 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya (Matius 5: 28)

Ini adalah salah satu ajaran Yesus tentang perzinahan dan mengkategorikan tindakan ini sebagai ‘perselingkuhan mental’. Perzinahan berbicara tentang persoalan motivasi, pikiran dan fantasi. Kita dianjurkan untuk hanya memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat dalam pernikahan. Salah satu tindakan perzinahan yang merusak pernikahan adalah kebiasaan yang berkaitan dengan pornografi.

#6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4: 6)

Ayat ini tidak hanya berbicara dalam kehidupan pernikahan saja, tetapi juga berlaku dalam berbagai bagian kehidupan kita. Tuhan tidak ingin kita hidup dalam kekhawatiran dan kecemasan. Dia ingin kita menerima damai sejahtera-Nya. Untuk itu pula, pasangan menikah tetap berpengharapan kepada Tuhan ketika keadaan semakin terpuruk, baik saat dalam krisis keuangan ataupun menghadapi persoalan rumah tangga lainnya.

#7 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus (Efesus 5: 21)

Ayat ini mengingatkan kita agar saling mengasihi satu sama lain dan mau merendahkan diri untuk melayani pasangan dengan penuh penghormatan. Ketika suami istri menempatkan kebutuhan dan keinginan pasangan di atas kebutuhannya sendiri, saat itulah pernikahan akan bekerja dengan baik.

#8 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (Efesus 5: 25)

Ini mungkin adalah ayat yang begitu menantang para suami, karena Yesus menetapkan standar yang tinggi. Dia menjadi contoh dan teladan nyata yang patut ditiru dalam hal ini ketika Dia menyerahkan diri-Nya demi manusia, sebagai pengantin wanitanya. Ayat ini berbicara tentang gambaran pengorbanan Yesus sebagai suami kepada manusia sebagai istri. Jadi, para suami jika AAnda mau melakukan hal ini, maka yakinlah pernikahan Anda akan bertumbuh menuju ke arah yang baik.

#9 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong (1 Korintus 13: 4)

Kasih itu sabar dan murah hati, jadi berlaku sabar dan murah hatilah kepada pasanganmu. Kasih itu tidak cemburu atau angkuh, jadi rendah hatilah dan tanpa pamrih terhadap pasanganmu. Hal ini mungkin terdengar sederhana, namun kadang kala keegoisan kitalah yang menjadikannya menjadi sulit. Pernikahan hanya akan berhasil apabila Anda sudah memberikan kasih dan pelayanan yang tulus kepada pasangan Anda.

#10 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4: 32)

Bayangkan jika pernikahan dipenuhi dengan pengampunan dan kebaikan setiap hari. Dan inilah yang disampaikan Allah lewat firman-Nya bahwa dalam sebuah pernikahan setiap pasangan harus secara terbuka mau saling memaafkan dan saling mengasihi satu sama lain.

Sumber : Patheos.com/jawaban.com/ls

Ikuti Kami