Apakah Anda Masih Mikir Seribu kali Sebelum Menolong Orang Lain?

Apakah Anda Masih Mikir Seribu kali Sebelum Menolong Orang Lain?

daniel.tanamal Official Writer
5323


Tidak sedikit orang Kristen yang berpikir seribu kai ketika hendak mengasihi atau menolong orang lain, apalagi sampai harus berkorban. Kita mau mengasihi atau menolong tapi dengan banyak pertimbangan, menghitung keuntungan dan kerugian jika hendak memberi.
Alkitab menyatakan bahwa jika kita mengasihi dan berbuat baik kepada orang yang mengasihi dan berbuat baik kepada kita, apakah jasa kita? Karena orang-orang di luar Tuhan atau orang berdosa juga berbuat demikian. (baca  Lukas 6:32-33).

Seringkali kita menunda-nunda waktu bila hendak menolong atau berbuat baik kepada orang lain dengan berkata, "Untuk kebutuhan diri sendiri saja tidak cukup...bagaimana harus memberi orang lain? Nanti saja berbuat baik kalau keadaan ekonomiku sudah membaik."

Alkitab menyatakan, "Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai."  (Pengkhotbah 11:4). Seorang janda di Sarfat hanya memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak, tetapi begitu ia taat melakukan apa yang diperintahkan Elia (memberi kepada orang lain terlebih dahulu)  mujizat dinyatakan: "Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia." (1 Raja-Raja 17:16).

Renungkanlah Tuhan menyediakan berkat dan mujizat-Nya bagi orang-orang yang peka terhadap kebutuhan orang lain! Karena itu jangan pernah menahan kebaikan bagi sesama. Sebaliknya, "Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang." (Filipi 4:5a). Dengan kata lain hidup kita harus menjadi berkat bagi orang lain, itulah tujuan Tuhan memberkati kita. Semasa pelayanan-Nya di bumi Tuhan Yesus terus bergerak dalam pelayanan kepada semua komunitas manusia.

Ia bukan hanya memerhatikan kebutuhan rohani, tetapi juga kebutuhan jasmani semua orang, sehingga di mana pun berada banyak orang mengikuti-Nya.  Artinya Tuhan Yesus memelihara, baik tubuh maupun jiwa umat-Nya.  Inilah panggilan Tuhan bagi gereja-Nya:  memiliki hati yang penuh belas kasih, bermurah hati dan melakukan perbuatan baik, yang ditandai dengan tindakan memberi.

Melayani sesama dengan memberi adalah bukti kita telah meneladani Kristus!

Sumber : Renungan Harian Air Hidup
Halaman :
1

Ikuti Kami