Meski Beda Agama, Raja Ini Tetap Sumbang Renovasi Gereja Makam Yesus

Meski Beda Agama, Raja Ini Tetap Sumbang Renovasi Gereja Makam Yesus

Lori Official Writer
6618

Makam Yesus yang kini menjadi Gereja Makam Suci Yerusalem rencananya akan mulai direnovasi kembali sejak bulan depan dan akan dijadwalkan selesai pada awal tahun 2017 mendatang. Gereja yang dibangun di abad ke-19 itu memang sudah dalam kondisi memprihatinkan sejak dilanda gempa pada tahun 1927. Kondisinya tetap saja belum baik meski sudah sempat direnovasi pada tahun 1950-an.

Proses renovasi ini akan dibantu oleh empat komunitas gereja terbesar di Yerusalem, yaitu Yunani Orthodoks, Armenia Orthodoks, Fransiskan dan Katolik Romawi. Masing-masing komunitas akan menyumbang sepertiga dari total anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi Gereja Makam Suci yang menghabiskan dana sebesar US$ 3.4 Juta. Di samping dana yang mereka kumpulkan, sebagian pihak juga turut memberikan sumbangan guna mendukung renovasi bangunan bersejarah umat Kristiani ini. Sumbangan itu diantaranya diberikan oleh sebuah bank Yunani yang menyumbangkan sebesar US$ 57 ribu untuk mendirikan struktur penyangga sementara. Sedangkan donator lainnya, Raja Yordania  Abdullah II bin Al Hussein Al Hashimi telah menyumbangkan dana pribadi yang telah ditandatangani oleh pemimpin Kristen Yunani Orthodoks sekaligus pemimpin Gereja Makam Suci, Theophilos III dan The National Technical University of Athens pada bulan Maret 2016 lalu.

Theophilos III menyampaikan penghormatan dan terimakasih kepada raja Yordania tersebut lantaran dianggap sebagai pribadi yang mencintai perdamaian antarumat beragama. "Memuji kemurahan hati Yang Mulia yang selalu mengawal dan menjaga kedamaian antara Kristen dan Muslim di Kota Suci Yerusalem. Yang Mulia Abdullah II mewujudkan dalam perbuatan, tidak hanya dalam perkataan, kebersamaan hidup antara Kristen dan Muslim di seluruh penjuru dunia khususnya di Tanah Suci," kata Theopilos III.

Sumbangan Raja Abdullah ini menjadi bukti akan janjinya kepada pemimpin Theopilos III yang disampaikan dalam pertemuan pada November 2015 silam di Yerusalem. Raja Abdullah berjanji akan menjaga seluruh situs Kristen dan Islam di Yerusalem. Sumbangan ini diharapkan bisa menjadi benih cinta dan persaudaraan yang tumbuh antara Kristen dan Muslim Yerusalem.

Selama masa renovasi gereja, peziarah yang datang masih bisa mengunjungi situs suci umat Kristiani sedunia itu.

Sumber : Jordan Times/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami