Arseto Pariadji Tegaskan Ayahnya Tak Pernah Kritisi Ahok

Arseto Pariadji Tegaskan Ayahnya Tak Pernah Kritisi Ahok

daniel.tanamal Official Writer
15125

Arseto Pariadji, anak dari gembala Gereja Tiberias Indonesia (GTI) Pendeta Yesaya Pariadji mengatakan bahwa ayahnya tidak pernah mengkritik atau melontarkan pernyataan yang mengandung kebencian terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok selama ini, terlebih pada saat ibadah.

"Ayah saya tidak pernah berkata seperti itu. Justru keluarga kami punya hubungan yang baik dengan beliau. Saya tidak pernah mendengar berita seperti itu,” kata Ketua Umum Partai Demokrasi dan Toleransi Indonesia (PDTI) ini di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Sebelumnya sempat ramai diperbincangkan dalam jejaring sosial bahwa Pendeta Yesaya Pariadji melakukan kritik dan penyataan yang dianggap keras terhadap Ahok. Sumber berita tersebut ternyata muncul dari blog wordpress bernama Harianrepublika. Tentunya blog tersebut tidak ada hubungannya dengan salah satu media nasional dengan nama yang sama. Namun entah mengapa banyak netizen yang langsung mempercayai berita tersebut. (Baca Juga: Arseto Pariadji Nyatakan Diri Maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017)

Buntut dari hal tersebut, pihak GTI melalui kuasa hukumnya Juniver Girsang, memberikan klarifikasi dan melaporkan balik seorang netizen bernama Reza Aditya Alfred Inkiriwang ke Mapolda Sulawesi Utara pada Jumat 5 Februari lalu dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bahkan dalam laporan tersebut disebutkan bahwa nama diatas secara sengaja dan sadar memberikan komentar dan penilaian yang tidak benar terhadap Pendeta Yesaya Pariadji, dank arena tulisan itu dipublikasikan ke ranah publik, tentunya menjadi semacam finah yang semakin meluas.
(Baca Juga: Arseto Pariadji: Gubernur DKI Jakarta Harus Punya Etika Komunikasi)

"Kami memandang perlu untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkannya kepada kepolisian agar dilakukan pemeriksaan pro justisia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang agar tidak semena-mena dalam membangun opini dengan merusak nama baik orang lain," kata Juniver, seperti dirilis Beritasatu, Jumat (05/02/2016).


Sumber : Jawaban.com - Beritasatu

Ikuti Kami