Bonar

Bonar "Gorga" Gultom, Maestro Musik Gerejawi Ini Tutup Usia

Puji Astuti Official Writer
7062

Umat Kristen Indonesia kembali kehilangan seorang hamba Tuhan yang hidupnya sangat berdampak, terutama bagi dunia musik gerejawi. Julukannya adalah Gorga, tetapi nama asli maestro musik gerejawi ini adalah Drs.Bonar Gultom,M.Th . Pria ini tutup usia pada Senin, 28 Maret 2016 pada pukul 22.56 WIB. Namanya tidak asing bagi gereja karena lagu-lagu gubahan dan juga terjemahan hasil karyanya ada terdapat dalam Kidung Jemaat.
Pihak Yamuger dan PGI akan mengadakan ibadah penghiburan untuk keluarga yang ditinggalkan pada Selasa, 29 Maret 2016 pada pukul 15.00 WIB di Rumah Duka Dharmais, ruang Garnet Lt.2, Slipi. Ibadah penghiburan akan dipimpin oleh Pdt.Gomar Gultom, Sekretaris Umum PGI. 

Lahir di Siborongborong, Tapanuli Utara pada 30 Juni 1934, pria yang akrab disapa Paman Gorga ini belajar menyanyi dan bermain musik secara otodidak. Di masa mudanya ia pernah beberapa kali memenangkan kejuaraan seriosa dalam Pekan Kesenian Mahasiswa Seluruh Indonesia. Setelah itu ia giat melatih paduan suara SMA dan mahasiswa dan juga di berbagai gereja.  Ia juga pernah memimpin Paduan Suara gabungan dari 33 provinsi di Indonesia dalam Pesparawi Nasional VI.

Semasa hidupnya ia menciptakan sekitar 150 lagu rohani muapun non rohani dan juga menterjemahkan beberapa lagu asing ke dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Batak. Selain itu beberapa lagu ciptaannya juga menjadi lagu wajib dalam Pesparawi. Ia pun sering menjadi juri Pesparawi baik tingkat regional maupun nasional.

Dengan berbagai prestasi dan karya-karyanya,  Gorga mendapat berbagai penghargaan antara lain adalah dari Pangeran Bernhard dari Kerajaan Belanda (1976), Gubernur Sumatera Utara Raja Inal Siregar (1986), dan Museum Rekor Indonesia (MURI) tahun 2003.  Semenjak bergabung bersama Yamuger tahun 1996 dan menjadi anggota Tim Inti Nyanyian Gereja (TING), Bonar Gultom telah menghasilkan 10 buku nyanyian paduan suara dan 1 buku  nyanyian opera natal terbitan Yamuger dan 8 lagu hasil karyanya juga masuk dalam buku nyanyian jemaat "Pelengkap Kidung Jemaat".

Kini sang komposer dan konduktor piawai tersebut telah menutup mata pada usia 81 tahun, namun lagu-lagu yang ia gubah tetap akan masih terdengar dan dinyanyikan umat. Selamat jalan Gorga, selamat berjumpa dengan Sang Pencipta yang menjadi sumber inspirasimu bermusik dan bermazmur.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami