Arseto Pariadji: Gubernur DKI Jakarta Harus Punya Etika Komunikasi

Arseto Pariadji: Gubernur DKI Jakarta Harus Punya Etika Komunikasi

daniel.tanamal Official Writer
9365

Ketua Umum Partai Demokrasi dan Toleransi Indonesia (PDTI), Arseto Pariadji mengatakan bahwa DKI Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia seharusnya dipimpin oleh seorang kepala daerah yang tidak hanya cakap dalam bertindak namun juga mempunyai etika dalam berkomunikasi.

"Pastinya pemimpin harus punya etika komunikasi dong. Setiap orang kan punya proud, punya hak asasi yang harus dipenuhi. Mereka tidak boleh diberi teguran keras didepan umum. Itu namanya kan mempermalukan. Seharusnya ajak mereka ke satu tempat dan bicarakan masalah itu. Budaya komunikasi kepemimpinan di Jakarta saat ini tentu harus juga dibenahi,” kata pengusaha muda yang menyatakan diri akan maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang ini, di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat ini yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Arseto menilai bahwa Ahok punya program dan langkah yang nyata, namun hal tersebut belum cukup untuk memenuhi kesejahteraan warga, yang dinilainya saat ini sangat susah terutama dalam perekonomian warga.

"Kalau saya nanti dipercayakan memimpin Jakarta, program perekonomian yang mensejahterakan warga tentu jadi salah satu prioritas. Budaya korupsi juga harus diberangus habis, karena memang itu sudah tidak boleh lagi dilakukan,” terang staf ahli Badan Cyber Nasional ini.

Arseto Pariadji adalah ketua umum PDTI yang selama ini telah malang melintang di dunia politik dan birokrasi pemerintah. Anak dari gembala Gereja Tiberias Indonesia (GTI) Yesaya Pariadji ini adalah Alumni Post Graduated Diploma in Hotel Operational dari Hotel Institute Montreux (HIM) Swiss. Kakaknya, Aristo Purboadji Pariadji adalah anggota DPRD DKI Jakarta, Komisi C dari Fraksi Partai Gerindra.


Sumber : Jawaban.com | Daniel Tanamal
Halaman :
1

Ikuti Kami