Apakah Anda Layak di Hadapan Tuhan?

Apakah Anda Layak di Hadapan Tuhan?

Lori Official Writer
12367

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu (Matius 10: 13)

 

Hal kelayakan adalah satu aspek yang sangat penting dari ajaran Perjanjian Baru. Akan tetapi saya belum pernah mendengar khotbah yang membahas mengenai hal kelayakan. Kata yang diterjemahkan dengan kata ‘layak’ ini muncul sebanyak 41 kali di dalam Perjanjian Baru. Ini menunjukkan betapa pentingnya kata ini. Tahukah Anda apa arti dari kata ‘layak’ dan ‘tidak layak’ ini? Di zaman ini, sudah menjadi tradisi bagi orang untuk berkata, “Yah, kita semua tidak layak.” Pernyataan itu kedengarannya sangat alim. Berhati-hatilah terhadap pernyataan-pernyataan yang terdengar religius padahal tidak benar sama sekali. Tentu saja, kita selalu tidak layak akan tetapi kita perlu tahu apa makna yang alkitabiah dari kata ini. Dari sebanyak 41 kali kemunculannya, kata ini sebagian besar digunakan oleh rasul Paulus.

Berikut beberapa poin tentang makna kelayakan menurut standar Tuhan.

1. Jika Anda tidak menyadari betapa bernilainya Yesus, maka Anda tidak layak baginya

Yesus berkata, “Jika mereka layak menerimanya.” Apa sebenarnya makna kata ‘layak’ ini? Kata ini pada dasarnya berarti menimbang sesuatu. Lalu dari makna dasar ini, berkembanglah arti membandingkan nilai dari dua hal. Jika nilainya dipandang sebanding, maka kita menyatakan bahwa sesuatu itu layak. Ini berarti nilai dari sesuatu yang sedang kita amati itu setara dengan patokan yang ada. Sebagai contoh, di Yohanes 1:27, Yohanes Pembaptis berkata, “Membuka tali kasut-Nya (Yesus) pun aku tidak layak.” Artinya, “Yesus sungguh agung dan aku sedemikian kecilnya sehingga aku ini tidak layak baginya.” Di sini terdapat suatu perbedaan nilai. Dengan cara yang sama, di Matius 8:8, sang perwira berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.” Di sini, kita dapat melihat hubungan antara kata berharga (worth) dan layak (worthy). Jadi arti dari kalimat ini adalah, jika Anda tidak menyadari betapa berharganya Yesus, maka Anda tidak layak baginya.

2. Anda tidak Layak jika Anda mengasihi seseorang lebih daripada Yesus

Jika bagi Anda, ayah dan ibu, istri, suami, anak-anak, semua itu lebih berharga ketimbang Yesus, maka menurut Yesus, “Kamu tidak layak bagiku. Kamu belum mengetahui siapa aku. Memang benar bahwa orang-orang itu adalah yang dekat di hatimu, akan tetapi jika kamu lebih memilih mereka daripada aku, maka kamu benar-benar tidak memiliki mata yang bisa membedakan nilai dari keduanya.”

Dapatkah Anda berkata dengan setulus hati bahwa Yesus lebih berharga bagi Anda ketimbang suami, istri, ayah, ibu dan anak-anak Anda? Dapatkah Anda mengucapkan hal itu sejujurnya? Jika menurut Anda ada salah satu dari mereka yang lebih berharga daripada Yesus, maka inilah sabdanya, “Kamu tidak layak bagiku. Kamu tidak memahami nilaiku.” Itu bukan ucapan saya. Itu adalah ucapan Yesus. Saya berdoa agar Anda boleh memiliki mata yang bisa melihat nilai dan betapa berharganya Yesus dan Allah yang mengutusnya, supaya Anda dapat berkata, “Tentu saja, Tuhan, engkau jauh lebih berharga.” Oh, di saat kita jatuh cinta, maka kekasih kita menjadi lebih berharga daripada siapapun! Pada malam hari, ketika Anda mau tidur, Anda memimpikannya. Sepanjang hari, yang terbayangkan oleh Anda hanya wajahnya. Adakah orang yang bisa melihat bahwa Yesus jauh lebih berharga ketimbang kekasih mereka yang tampan atau yang cantik? Sangat sulit untuk menemukan orang yang sedemikian, bukankah begitu?

Lalu kita mendengar Yesus berkata kepada kita, “Jika orang itu bagimu lebih berharga daripada Aku, maka kamu tidak layak bagiku.” Kalau saja kita semua tahu betapa indahnya Yesus, jika saja kita bisa mengetahui hal itu, maka pacar tercantik atau yang paling tampan tidak akan ada artinya jika dibandingkan dengan dia. Dalam hal kualitas kasih, tak ada satupun yang mampu menyainginya. Di dunia ini, tak ada orang yang mengasihi Anda sebesar kasih Yesus kepada Anda. Saya harap Anda dapat melihat hal itu.

Anda mungkin hanya dapat melihat hal itu saat Anda dikecewakan oleh kekasih Anda. Yesus tak pernah mengecewakan siapapun. Tak seorangpun di dunia ini yang mengasihi Anda ketika Anda bukan saja tidak mengasihinya, malahan ketika Anda masih menjadi musuhnya. Yesus mengasihi kita tidak saja ketika kita mengasihi dia tetapi juga ketika kita masih menjadi musuhnya. Anda tidak akan menemukan kasih semacam itu di kalangan manusia. Buktikanlah hal ini sendiri. Alamilah kasih Yesus dan kasih dari Allah yang ada di dalam Yesus sehingga hati Anda benar-benar diyakinkan. Keyakinan ini bukanlah perkara yang bisa diberikan lewat khotbah karena pengalaman di hati saya tentunya tidak dapat saya bagikan kepada Anda. Itu sebabnya mengapa jika saya berkata bahwa Yesus lebih indah daripada kekasih Anda, maka hal itu hanya akan terdengar sebagai suatu omongan saja jika Anda belum mengalaminya. Kasihnya jauh lebih dalam. Kasihnya lebih kuat. Kasihnya lebih suci. Akan tetapi jika Anda tidak menyadarinya, jika Anda tidak punya mata untuk melihatnya, maka Anda tidak akan pernah menerimanya.

3. Anda tidak layak, jika Anda tidak bersedia menyerahkan hidup Anda

Dan terakhir, di ayat 38, Yesus berkata, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Kalau kamu tidak bersedia memikul salib Anda, yaitu jika kamu tidak mau menyerahkan nyawamu demi Yesus, maka kamu tidak layak bagi dia.

Apakah hal yang paling berharga bagi kita? Sudah tentu nyawa kita. Artinya, Anda mungkin mengasihi ayah dan ibu Anda, akan tetapi sebagian besar orang mengasihi dirinya lebih daripada yang lain. Dan Yesus berkata, “Jika kamu mengasihi dirimu lebih daripadaku maka kamu masih belum mengerti nilaiku.” Sanggupkah Anda lulus ujian ini? Dapatkah Anda berkata dengan jujur, “Aku mengasihi Yesus lebih daripada diriku sendiri”? Yesus berkata, “Jika kamu mengasihi dirimu sendiri lebih daripadaku, maka kamu tidak layak bagiku.” Dapatkah Anda melewati ujian kelayakan ini? Renungkanlah hal itu. Sedemikian tinggi standar persyaratannya. Setinggi itulah komitmen total yang dituntut dari kita.

4. Anda layak jika Anda menyadari: “Nilai Yesus lebih dari segala sesuatu yang ada pada saya!”

Perhatikanlah, Yesus tidak berkata bahwa seseorang menjadi layak kalau dia berusaha untuk menjadi sangat taat beribadah. Dia tidak berkata bahwa Anda layak karena Anda telah melakukan banyak perbuatan baik. Dia tidak berkata bahwa Anda layak karena Anda pergi ke gereja setiap Minggu. Dia tidak berkata bahwa Anda layak karena telah dibaptis. Dia tidak berkata bahwa Anda layak karena Anda sangat aktif di gereja.

Perkara kelayakan ini sepenuhnya bergantung pada satu hal: pada pemahaman tentang nilai Yesus, pemahaman tentang siapakah dia sehingga Anda mampu berkata, “Yesus, aku menyadari siapa engkau dan engkau bernilai sama dengan segala sesuatu yang ada padaku.” Mempersembahkan hal yang kurang dari totalitas berarti kita telah menghina dia dan Allah Bapa yang mengutusnya. Apakah Anda pikir bahwa Allah Bapa di surga cukup dihargai dengan memberi-Nya waktu luang kita? Apakah Allah Bapa hanya layak dihargai dengan memberi waktu selama dua jam di hari Minggu Anda? Apakah Dia hanya senilai satu atau dua dolar uang persembahan yang Anda taruh di kotak persembahan? Apakah Dia hanya layak dihargai dengan waktu sepuluh menit membaca Alkitab setiap hari? Itu adalah suatu penghinaan bagi Allah! Akan tetapi, sebesar itulah nilaiNya bagi sedemikian banyak orang yang menyebut dirinya ‘orang Kristen’.

Berilah segalanya atau sebaiknya Anda tidak usah berpikir untuk memberikan apa-apa, karena menurut Yesus, kurang dari itu, maka Anda tidak layak. Dia tidak menginginkannya. Itu adalah sabda yang keras akan tetapi kebenaran memang selalu keras. Jadi sekali lagi, kita melihat bahwa definisi dari iman yang menyelamatkan di dalam Alkitab selalu tidak kurang dari komitmen total kepada Yesus dan Allah Bapa di surga.

5. Seberapa berharga Allah bagi Anda dapat dilihat orang lain

Jangan keluar gereja dan menghina Allah dengan memberiNya hal yang sangat tidak berharga bagi hidup Anda. Anda menyebut diri sebagai ‘orang Kristen’, ingatlah bahwa orang lain akan mengamati hidup Anda untuk melihat seberapa berharga Allah bagi Anda. Mereka akan membuat perkiraan tentang nilai Tuhan berdasarkan apa yang mereka lihat di dalam hidup Anda. Apakah saat orang mengamati hidup Anda, mereka akan berkata, “Oh, Tuhannya adalah segalanya bagi orang ini!” Atau mereka malah berkata, “Tuhannya tidak terlalu berharga bagi orang ini. Orang ini hanya sekadar ingin memanfaatkan Tuhan, mau mencari untung buat dirinya sendiri!”

Ada jutaan orang di dunia ini yang tidak mau menjadi Kristen karena mereka melihat bahwa Tuhannya orang Kristen ternyata tidak terlalu berharga di dalam kehidupan ‘orang-orang Kristen’. Itu sebabnya, saya berharap orang-orang di gereja dapat menetapkan pilihan apakah Allah adalah segalanya atau Dia itu tidak ada nilainya. Inilah yang dikatakan Alkitab. Jika Anda menilai ada sesuatu hal yang lebih berharga daripada Dia, maka Anda tidak layak bagi Dia. Dan jika Anda tidak layak bagi Dia, lebih baik lupakan saja cap sebagai orang Kristen atas diri Anda.

Saat kita mempelajari Kitab Suci, renungkan siapa Yesus itu dan siapa Allah Bapa yang mengutusnya. Alamilah kasih dan kuasa Tuhan dalam hidup kita, saya berdoa agar mata Anda akan dibuka untuk menilai betapa bernilai dan berharganya pengorbanan Yesus dan Allah Bapa dalam menyelamatkan diri. Dengan itu Anda akan dapat berkata, “Tuhan, maafkan aku yang telah menghina Engkau selama bertahun-tahun di dalam hidup aku. Mulai hari ini dan seterusnya, dengan kasih karunia-Mu, bukalah mataku. Jadikan aku layak bagi-Mu, berilah aku sikap yang terbuka pada-Mu. Berilah aku pemahaman rohani atas Firman-Mu. Dan berilah aku kasih karunia yang memampukan aku untuk membayar harganya, yaitu untuk mempersembahkan diriku sebagai persembahan yang hidup, seluruh   tubuhku –  segalanya adalah milik-Mu.”

Apakah Anda akan menjadi layak bagi Allah?

Sumber : Khotbah Pendeta Eric Chang dari Cahaya Pengharapan Ministry
Halaman :
1

Ikuti Kami