Ini Seruan Kardinal Gracias Terkait Penahanan Tujuh Orang Kristen Mumbai

Ini Seruan Kardinal Gracias Terkait Penahanan Tujuh Orang Kristen Mumbai

Mega Permata Official Writer
2053

Kardinal Oswald Gracias dari Mumbai telah bergabung bersama para aktivis dan orang-orang media menyerukan pembebasan tujuh orang Kristen, mereka mengatakan tujuh orang itu dipenjara secara tidak adil terkait pembunuhan seorang pemimpin Hindu di Negara Bagian Odisha, India.

Kardinal Gracias telah menandatangani petisi online 14 Maret untuk membebaskan mereka dan “sangat prihatin tentang keadaan mereka,” kata Pastor Nigel Barrett, pejabat Keuskupan Agung Mumbai kepada ucanews.com

Tujuh orang Kristen itu dipenjarakan seumur hidup pada Oktober 2013 karena dituduh membunuh pemimpin Hindu Lokal Swami Lazmanananda Saraswati in 2008. Pembunuhan itu memicu kekerasan anti-Kristen yang berlangsung lebih dari tujuh pekan. Sekitar 100 orang Kristen tewas dan 50.000 orang mengungsi selama kekerasan tersebut.

Petisi online mengklaim tujuh orang ini dihukum menyusul protes hukum ceroboh dan atas dasar teori konspirasi terkait pembunuhan Saraswati. Para aktivis berencana mengirim petisi itu kepada presiden India, Jaksa Agung dan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. “Tujuh pria ini dipenjara sebagai akibat dari argument aneh yang bias karena alasan politik,” kata Pastor Ajay Singh yang telah bekerja untuk para korban kekerasan yang meluap setelah pembunuhan tersebut.

“Kini tidak satu orang pun dihukum yang berada dibalik kekerasan itu. Tapi orang-orang yang tidak bersalah lalu dipenjara. Apakah ini merupakan ejekan terhadap keadilan.” Kata Pastor Singh yang mengacu pada kekerasan anti-Kristen.  

“Hampir tidak ada bukti yang kredibel terhadap mereka yang dihukum,” ucap Anto Akkara, wartawan yang meluncurkan kampanye tersebut. Akkara yang menulis empat buku tentang kekerasan itu mengatakan dua polisi yang bersaksi dalam sidang tujuh pria itu memberikan kesaksian mereka tahun lalu, mengakui bahwa penyelidikan terkait kekerasan komunal dengan tuduhan terhadap Kristen adalah palsu. Dirinya dan sang Pastor Singh mengatakan, banding Pengadilan Tinggi terhadap mereka telah tertunda berulang kali.

Sumber : Ucanews.com/Jawaban.com/em
Halaman :
1

Ikuti Kami