Satu Anak, Cukupkah?

Parenting / 10 March 2016

Kalangan Sendiri

Satu Anak, Cukupkah?

Lori Official Writer
2467

Dengan beragam alasan, banyak orang tua yang bersepakat hanya memiliki satu anak saja. Salah satu alasannya, masalah biaya hidup yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi di hampir semua negara, khususnya Inggris.

Profesor Frank Furedi, sosiolog dari Kent University dan penulis Paranoid Parenting, mengatakan bahwa bagi kebanyakan orang, memiliki satu anak bagaikan punya asuransi yang akan memenuhi kebutuhan mereka untuk meneruskan garis keluarga, tanpa beban yang terlalu berat. Di satu sisi alasan ini masuk akal. Tetapi benarkah pilihan itu baik bagi si anak?

Dalam bukunya berjudul Sticking Up For Siblings, Colin Brazier menjelaskan bahwa anak yang memiliki saudara cenderung lebih sehat dan bahagia. Jadi, alasan biaya hidup tentu saja malah menjadi tekanan bagi kebahagiaan anak itu sendiri. Bagi Colin, punya dua anak tidak terlalu memberatkan kehidupan. “Orang tua gagal memperhitungkan skala ekonomi yang dihasilkan dari memiliki saudara kandung, padahal kereta bayi, pakaian dan tempat tidur bayi bisa dipakai kembali (untuk anak kedua) dan dapat berlibur bersama-sama,” terang Colin Brazier.

Namun tidak dipungkiri, punya anak tunggal juga memberi dampak positif di satu sisi. Seperti apa yang disebutkan dalam buku Maybe One: An Environmental and Personal Argument for Single-Child Families yang ditulis Bill McKibben bahwa anak tunggal akan tumbuh lebih baik dan berprestasi dalam berbagai bidang, seperti bidang sains, matematika dan sastra dan juga punya pergaulan yang luas. Namun, tidak dipungkiri bila tekanan pada anak tunggal akan lebih besar karena orang tua akan lebih fokus kepada segala aspek dalam kehidupan si anak, seperti bagaimana sekolah, pergaulan dan cita-citanya. Saat menerima tekanan yang begitu besar, dampak terburuknya adalah anak akan mulai depresi dan memaksa diri sendiri. Hal pastinya tidak akan terjadi apabila orang tua benar-benar tahu apa yang diinginkan anak dan tidak salah dalam menerapkan pola asuh yang tepat.

Jadi, memilih punya satu anak atau lebih adalah keputusan orang tua dan pastikan keputusan itu sesuai dengan kemampuan orang tua dalam mendidik dan merawat anak hingga beranjak dewasa.


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Berbagai Sumber/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami