Bela Hak Kristen China, Pengacara Ini Ditahan dan Dipaksa Mengaku

Bela Hak Kristen China, Pengacara Ini Ditahan dan Dipaksa Mengaku

Lori Official Writer
3242

Seorang pengacara yang getok membela hak asasi manusia bernama Zhang Kai yang ditahan sejak 25 Agustus 2015 lalu, tiba-tiba muncul dengan pengakuan yang mengejutkan di jaringan televisi pemerintah China, Wenzhou. Dalam pernyataannya, pria berusia 37 tahun ini mengakui telah melakukan tindakan yang menganggu tatanan sosial dan membahayakan keamanan negara.

Awalnya, Zhang ditahan lantaran dituding telah memprovokasi sebanyak 30 penegak hukum di Beijing untuk membela gereja-gereja yang dibongkar paksa dan ratusan salib gereja dihancurkan di provinsi Zhejiang. Di tengah tindakan diskriminasi ini, Zhang hadir menjadi penasihat hukum bagi gereja-gereja dan para pemimpin gereja di Zhejiang. Namun bersama lebih dari 300 pengacara dan aktivis, Zhang akhirnya ditahan dan diinterogasi oleh pihak kepolisian pada Agustus 2015 lalu.

Sayangnya, pengakuan Zhang Kai di televisi diduga sejumlah kalangan aktivis dan pekerja media karena paksaan dari pihak tertentu. Dalam pengakuan itu, Zhang menyampaikan kalimat seperti dikutip dari Csw.org.uk:

“Saya sangat menyesal melakukan semua tindakan ini…tindakan melanggar hukum China, dan menentang kode etik seorang pengacara. Tindakan itu telah menganggu tatanan sosial, mengancam keamanan negara, dan berdampak negatif bagi keluarga,” ucap Zhang.

Dia juga mengaku bahwa tindakannya itu ilegal, karena melakukan tindakan pembelaan demi mendapatkan uang dan ketenaran setelah mendapatkan imbalan besar dari sejumlah gereja. Dia juga harus mengakui bahwa ada campur tangan asing dalam tindakan pelanggaran yang dia lakukan, dengan menggunakan kedok dibalik penegakan hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Meski sebenarnya isu itu hanya untuk dipolitisasi.

Di akhir pengakuannya, Zhang mengingatkan pengacara lainnya untuk menjadikan dirinya sebagai pelajaran untuk tidak melakukan tindakan serupa. “Saya juga memperingatkan pengacara hak asasi manusia untuk menjadikan saya sebagai peringatan dan tidak berkolusi dengan orang asing, mengambil uang dari organisasi-organisasi asing, atau terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum atau merugikan keamanan dan kepentingan nasional,” ucap Zhang.

Ini bukan kali pertama pemerintah China memberi peringatan kepada tahanan yang melanggar hukum negara. Pada Januari 2016 lalu, Gui Minhai, salah seorang pekerja di penerbit berbasis di Hong Kong menghilang, dan muncul di saluran berita resmi CCTV menyampaikan pengakuan terkait insiden kecelakaan lalu lintas 12 tahun silam.

Belum ada berita pasti apakah pengakuan Zhang Kai ini memang murni sebagai pengakuan pribadi atau adanya dugaan pemaksaan dari pihak tertentu.

Sumber : Csw.org.uk/Time.com/ls

Ikuti Kami