Suami Istri di China Ini Tampung Seorang Sakit Jiwa Selama 35 Tahun

Suami Istri di China Ini Tampung Seorang Sakit Jiwa Selama 35 Tahun

Puji Astuti Official Writer
3247

Bagaimana jika hari ini Anda bertemu dengan gelandangan yang mengalami sakit jiwa di jalanan saat ini? Banyak orang pasti mencoba menyingkir dan menjauhi orang tersebut. Hanya segelintir orang yang tergerak untuk sekedar memberikan makanan atau minuman atau bahkan menolong orang tersebut. Xue Shunlu dan istrinya Li Huannv adalah pasangan suami istri yang masuk dalam golongan segelintir orang itu, karena 35 tahun lalu mereka menampung Xue Zhen seorang gelandangan yang mengalami sakit jiwa yang ada di jalanan Fenglungdu, Shanxi.

Xue Shunlu menemukan Xue Zhen dalam keadaan memprihatinkan, ia tidak bisa bicara dan juga mengalami banyak perlakuan kasar dari orang-orang. Walau Shunlu dan istrinya hidup dalam kesederhanaan mereka tidak ragu untuk menampung Xue Shunlu dan merawatnya seperti keluarga mereka sendiri. Walau Xue Zhen sempat beberapa kali melarikan diri karena sulit untuk beradaptasi,namun ia selalu kembali kepada keluarga  Xue Shunlu.

Pria yang kini telah berusia sekitar 70an tahun tersebut kini telah bisa bersih-bersih rumah menyalakan api dan memasak makanannya sendiri. Hal tersebut bisa terjadi berkat ketekunan dan kasih dari pasangan suami istri Xue Shunlu dan Li Huannv yang melatih Xue Zen hingga mahir melakukannya dan menjadi pribadi yang mandiri.

Hingga saat ini latar belakang kehidupan Xue Zen masih belum diketahui, namun pasangan suami isteri Xue Shunlu yakin bahwa dulu Xue Zen adalah anggota Partai Komunis China di tahun 50an. Mereka hingga kini masih mencari tahu apakah Xue Zen masih memiliki anggota keluarga.

Kita tidak tahu apakah pasangan suami istri Xue Shunlu ini orang percaya atau tidak, walau demikian kasih mereka terhadap orang lain sungguh besar. Bukankah kita sebagai orang percaya dan sudah menerima kasih Tuhan harus lebih dari itu, sebab Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40).

Mari ijinkan Tuhan menjamah kehidupan orang lain di sekitar kita melalui kehidupan kita, terutama mereka yang kurang beruntung. Jadilah seorang "Samaria yang baik hati" yang melakukan apa yang bisa ia lakukan untuk menolong orang lain, bahkan orang asing yang tidak dikenalnya.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klikdi sini

Sumber : Vemale.com | Jawaban.com | Puji Astuti

Ikuti Kami