Kristen dan Muslim Palestina Bersama Renovasi Gereja Kelahiran Yesus

Kristen dan Muslim Palestina Bersama Renovasi Gereja Kelahiran Yesus

Lori Official Writer
7966

Setelah dua tahun, proyek renovasi Gereja Nativity, tempat kelahiran Yesus di Betlehem akhirnya selesai. Kerja keras itu berhasil memunculkan kembali nilai sejarah yang terukir berupa mosaik di kaca dan dinding yang mengelilingi gereja kembali bercahaya dan memancarkan keindahannya setelah gereja ini tertutup debu selama hampir 1000 tahun, dan tak terawat sejak 600 tahun silam.

"Untuk pertama kalinya Anda bisa melihat, ketika melihat ke atas sana, mosaik ini benar-benar yang termegah dan terindah dan terunik di seluruh dunia," terang Ziad al-Bandak, selaku pemimpin proyek renovasi gereja.

Yang menjadikan proyek ini begitu luar biasa adalah karena dikerjakan secara bersama-sama oleh warga Kristen dan Muslim Palestina. Mereka bersama-sama mulai mengerjakan renovasi dengan memperbaiki bagian atap-atap bocor yang telah merusak sebagian besar mosaik dan lukisan bersejarah gereja.

Proyek ini awalnya diajukan dan didanai Pemerintah Palestina dan mendapat dukungan penuh dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Keterlibatan ini, sebagian besar, dilatarbelakangi untuk tujuan mendukung gereja sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang telah lama ditelantarkan dan hampir punah.

Sekalipun merupakan rumah ibadah Kristiani, namun gereja ini dinilai memiliki nilai sejarah yang tinggi, sehingga perlu dilestarikan. Gereja Nativity terletak di Tepi Barat, Kota Bethlehem, dibangun oleh Santo Helena pada abad ke-4, yang dikenal pada awalnya sebagai kandang domba tempat bunda Maria melahirkan Yesus.

Sumber : CP/jawaban.com

Ikuti Kami