Mengabaikan Suara Tuhan

Mengabaikan Suara Tuhan

Lori Official Writer
2826

Seorang anak mulai berdoa dan memohon kepada Tuhan, “Bicaralah padaku.” Lalu terdengarlah kicauan burung, sayangnya si anak tidak mendengar.
Merasa diabaikan, ia memohon kembali: “Tuhan bicaralah! Lalu suara halilintar pun menggelegar di langit, lagi-lagi anak tersebut tidak mendengarnya.

Ia mulai mengarahkan pandangan kesekitarnya dan berkata: “Biarkan aku melihat-Mu.” Lalu sebuah bintang bersinar dengan begitu terangnya di atas langit. Lagi-lagi, si anak tidak menaruh perhatian ke atas langit malam yang tampak indah itu.

Merasa lelah dan tak mengalami apa-apa, si anak kembali memohon: “Buatlah keajaiban!” Tak lama setelah itu, dari jarak yang begitu dekat, lahirlah seorang bayi mungil. Lagi-lagi, si anak tampak tak menyadari hal itu sebagai keajaiban dari Tuhan.

Setelah kelelahan dan belum mendapat apa-apa, si anak berseru dengan nyaring, “Sentuhlah aku, dan biarkan aku tahu bahwa Engkau di sini!” Kemudian, Tuhan menuruti keinginannya itu dengan mencoba menyentuh anak lewat kupu-kupu yang beterbangan di sekitarnya. Lagi-lagi, si anak merasa terganggu dan segera pergi tanpa mengetahui bahwa Tuhan sudah menjawab semua doa dan permohonannya.

Kisah ini mengajarkan bahwa kita sering kali abai dengan apa yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup kita. Kita meminta dalam doa namun tidak menyadari bahwa jawaban sudah disediakan Tuhan dengan cara-Nya sendiri. Hal ini terjadi karena kita tidak peka dengan Tuhan. Mari mengoreksi kembali hidup kita, apakah kita juga sudah banyak mengabaikan segala hal baik yang Tuhan sudah berikan.


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klikdi sini

Sumber : Andriewongso.com/jawaban.com/ls

Ikuti Kami