Peran Ibadah Keluarga Bagi Generasi Muda

Peran Ibadah Keluarga Bagi Generasi Muda

Lori Official Writer
4824

Amsal 22: 6

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.


Yang disebut dengan anak muda dalam Amsal 22: 6 adalah anak yang berusia belia, remaja dan dewasa. Dalam hal ini, orang tua berperan untuk menanamkan nilai-nilai kekristenan kepada anak-anaknya harus sejak usia belia. Sehingga saat anak beranjak dewasa, pengajaran kekristenan itu tetap melekat kuat di dalam anak-anak.

Pengajaran iman yang didapatkan anak-anak sejak kecil dari orang tua berfungsi sebagai fondasi untuk menangkal serangan dari luar, termasuk serangan dari sosial media. Selama keluarga menjalankan fungsi sebagaimana seharusnya seperti amanat firman Tuhan di atas, dipastikan anak-anak tidak akan bergeser imannya, tidak akan semakin bergeser komitmennya.

Untuk itu penting sekali bagi keluarga-keluarga saat ini untuk memperlengkapi keluarga supaya setiap orang tua dapat mendidik anak dengan iman yang patut baginya. Orang tua bisa menerapkan pendidikan secara formal (persekutuan bersama) maupun informal (suasana kekeluargaan).

Pendidikan informal berbicara tentang suasana dalam keluarga. Sementara pendidikan formal menjadi sangat penting karena melalui hal itu anak-anak diajarkan untuk saling berkomunikasi dan bersekutu bersama-sama dengan Tuhan dalam ibadah keluarga. Orang tua yang menerapkan hal ini biasanya akan secara konsisten melakukan persekutuan setiap harinya dengan Tuhan, mulai dari perenungan firman Tuhan dan berdoa bersama-sama. Alhasil, kebiasaan ini akan mampu:

-  Membangun kesatuan

-  Membangun relasi yang erat antara keluarga dan Tuhan

-  Keluarga belajar mensyukuri berkat Tuhan

-  Semakin peka mendengar suara Tuhan

Namun tak sedikit keluarga yang alpa dalam menerapkan persekutuan ini. Beragam tantangan menjadi kendala, mulai dari pengaruh kehadiran televisi, media sosial dan internet. Di saat kondisi inilah peranan gereja dibutuhkan, melalui pelayanan anak muda dan persekutuan dalam jemaat keluarga diingatan agar hidup bersama dengan keluarga Tuhan. Gereja akan menjadi efektif apabila mampu menolong keluarga-keluarga Kristen yang tengah bermasalah.

Tiga langkah efektif untuk membangun ibadah keluarga adalah menemukan waktu yang tepat (Ulangan 6: 4-5), menemukan tempat yang tepat dan membagikan bahan yang tepat kepada keluarga. Saat kebiasaan ini diterapkan, anak-anak akan hidup dalam iman, memperoleh mimpi, penglihatan dan Tuhan akan memakai generasi ini dengan luar biasa.


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini

Sumber : Bambang Wijaya/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami