Studi Ungkap Bahaya Kesepian Bagi Kesehatan

Studi Ungkap Bahaya Kesepian Bagi Kesehatan

Theresia Karo Karo Official Writer
5671

Penelitian di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa rasa kesepian yang dialami masyarakatnya lebih berbahaya dari penyakit diabetes dan stroke. Meski dampak dari minimnya hubungan sosial dalam lingkup pertemanan dan keluarga bagi orang muda dan orang tua berbeda, keduanya tetap saja berbahaya bagi kesehatan masing-masing individu.

Studi yang dilakukan di University of North Carolina ini meneliti kaitan antara hubungan individu dan kondisi kesehatannya. Terungkap bahwa anak muda dengan tingkat ‘hubungan’ yang lemah selama beberapa tahun, berisiko meningkatkan peradangan; sama seperti yang dialami seseorang saat kurang berolahraga. Sedangkan bahaya kesepian bagi kesehatan orang tua adalah risiko hipertensi dan diabetes.

Hal sebaliknya ditemukan pada mereka yang mendapat dukungan dari orang-orang terkasih. Orang-orang yang jauh dari perasaan kesepian cenderung lebih mampu meningkatkan kondisi kesehatan dan memiliki harapan hidup yang lebih lama.

“Berdasarkan temuan ini, harus sama pentingnya untuk mendorong remaja dan dewasa muda untuk membangun hubungan sosial yang luas dan keterampilan untuk berinteraksi dengan orang lain dengan makan sehat dan aktif secara fisik,” terang Kependudukan Pusat Carolina Dr Kathleen Mullan Harris.

Sebelumnya, studi lain juga menemukan bahwa orang dewasa akan lebih lama masa hidupnya bila mereka memiliki relasi sosial yang luas. Sehingga hal ini semakin menguatkan fakta bahwa hubungan sosial mampu mengurangi risiko kesehatan yang buruk.

Sementara itu, Dr Yang Claire Yang dari Pusat Kanker Lineberger Comprehensive menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamati interaksi antara hubungan sosial, faktor perilaku, dan disregulasi fisiologis yang dari waktu ke waktu. Di mana masalah ini paling banyak menyebabkan penyakit kronis, penuaan, hingga kanker.

“Analisis kami membuat jelas bahwa dokter dan petugas kesehatan lainnya harus melipatgandakan upaya mereka untuk membantu masyarakat memahami betapa pentingnya ikatan sosial yang kuat sepanjang perjalanan hidup kita,” jelas Yang Claire.

Lebih dari masalah kesehatan, perasan sepi jelas dapat ‘menenggelamkan’ seseorang dalam berbagai hal negatif, seperti depresi, konsumsi obat-obatan terlarang, hingga niatan bunuh diri. Oleh sebab itu, jangan berdiam diri saat kita memang merasa kesepian, akuilah perasaan tersebut dan cari pertolongan segera.

"Kurangnya cinta terhadap diri sendiri menyebabkan kesepian sehingga menjadi penjara yg paling berat bagi manusia" (Nietzsche).

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Metrotvnews/Jawaban.com | Theresia Karo Karo

Ikuti Kami