Saluran Mujizat Tuhan

Saluran Mujizat Tuhan

Lori Official Writer
      8247
Show English Version
1 Petrus 3: 9b

 …tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu147[/kitab]; [kitab]Yohan7[/kitab]; [kitab]IISam21-22[/kitab]

Dalam bukunya berjudul ‘You Were Born for This’, penulis populer New York Times, Bruce Wilkinson mengingatkan orang-orang percaya untuk menjadi saluran mujizat bagi orang lain. Mujizat tidak melulu bicara soal sesuatu yang supranatural seperti apa yang Yesus lakukan di masa-masa pelayanan-Nya, seperti mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang buta, penderita kusta, membangkitkan orang mati dan sebagainya. Tetapi buku tersebut bicara soal kepekaan orang percaya akan kebutuhan orang lain, sehingga kita bisa menjadi saluran mujizat nyata bagi mereka yang berharap kepada Tuhan.    

Tuhan adalah pribadi yang teramat kreatif untuk menunjukkan karya pekerjaan-Nya, dan hal itu dilakukan melalui anak-anak-Nya: Kita! Alkitab menuliskan tentang bagaimana Maria mengalami mujizat Tuhan (baca [kitab]Lukas1:38[/kitab]). Allah tak hanya memilih rahim Maria menjadi tempat bagi bayi Yesus, tetapi ia juga menjadi saluran mujizat terbesar bagi umat manusia dengan melahirkan sang Juru Selamat dunia.

Inilah kerinduan Allah atas kita. Ia rindu memakai hidup kita untuk menjadi saluran mujizat bagi orang lain. Agar orang yang menantikan mujizat Tuhan bisa melihat dan percaya, bahwa bagi Tuhan tak ada yang mustahil (baca [kitab]Lukas1:37[/kitab]). Dengan kata lain, yang telah dipanggil untuk menerima berkat-berkat-Nya bisa memberkati orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita (baca [kitab]IPetr3:9[/kitab]).

Tuhan meminta kita untuk ambil bagian. Kita mungkin akan berkata, “Bagaimana mungkin? Saya kan tak punya apa-apa?”. Jika kita ragu akan kesanggupan kita, periksalah dahulu apa yang kita miliki. Karena Tuhan tidak pernah meminta apa yang tidak kita miliki. Dia meminta apa yang kita punya dan mengubahnya menjadi mujizat nyata dalam hidup orang lain. Jika kita pernah merasakan pahitnya hidup, tidak ada salahnya bila kita menjadi orang yang mendatangkan anugerah bagi mereka yang hidup di dalam himpitan keuangan. Bila kita pernah terpuruk dan mendapat dukungan yang membangkitkan semangat, maka jadilah mujizat bagi yang tengah frustasi, walau hanya dalam bentuk rangkulan seorang sahabat. Berhentilah menjadi orang yang hanya berharap mendapatkan mujizat, tetapi berdoalah juga untuk menjadi saluran mujizat atau anugerah Allah bagi orang lain. Sebab Tuhan akan bekerja sama dengan kita, ketika kita memiliki hati untuk menjadi berarti bagi hidup banyak orang.

 

Jangan hanya meminta mujizat, tetapi jadilah saluran mujizat Tuhan bagi orang lain!

Ikuti Kami