Studi: Generasi Melek Internet Justru Kurang Kritis

Studi: Generasi Melek Internet Justru Kurang Kritis

Lori Official Writer
3066

Sebuah studi yang dilakukan tim peneliti berbasis di Inggris, Ofcom mengatakan bahwa generasi muda, yang akrab disebut Generasi Millenial atau Gen-Y yang lebih akrab dengan internet dan lebih banyak menyerap informasi justru mudah percaya dengan berbagai informasi.

Hal ini disampaikan setelah Ofcom melakukan survei terhadap anak remaja usia 12 – 15 tahun. Anak remaja dimintai pendapat tentang keberadaan iklan promosi yang terdapat dalam situs pencarian google dan juga Youtube. Hasilnya, lebih dari 50 persen dari anak remaja tersebut ternyata tidak menyadari adanya konten promosi pada Youtube. Sementara lainnya, hanya 31 persen menyadari bahwa terdapat iklan Google yang dicantumkan di situs pencarian populer Google.

Survei ini membuktikan, kemudahan arus informasi tidak berbanding lurus dengan kecerdasan. Informasi yang terlalu mudah dan banyak tersedia, membuat generasi melek internet menjadi kurang kritis dan mudah percaya.

“Internet membuat anak-anak lebih mudah belajar, mencari sesuatu dari sudut pandang beragam dan tetap terkoneksi dengan semua orang. Tetapi, para digital native ini masih membutuhkan bantuan agar tahu bagaimana menyelami informasi yang dibeberkan dunia maya,” terang kepala penelitian Ofcom, James Thicket, seperti ditulis dalam lamam The Verge, Senin (23/11).

Ketidaktahuan ini, kata Thicket, menimbulkan dua dampak yang signifikan, yaitu keuntungan di pihak pengiklan dan kerugian di pihak konsumen. Kebebasan pengiklana di media sosial dianggap akan menjadi masalah bagi konsumen, terutama anak-anak dan remaja, saat membuka situs-situs yang dipenuhi dengan konten iklan tersebut. Untuk itu, media sosial diingatkan agar benar-benar membuat batas yang jelas antara konten orisinal dan iklan.

Sumber : Kompas.com/jawaban.com

Ikuti Kami