Mengenal Ciri-Ciri Kristen yang Suam Kuku (Bagian 2)

Mengenal Ciri-Ciri Kristen yang Suam Kuku (Bagian 2)

Lori Official Writer
7375

Teguran keras tentang iman yang suam-suam kuku ditujukan pada jemaat Kristen di Laodikia. Kehidupan yang serba berkecukupan memungkinkan jemaat gereja kala itu membangun rumah-rumah ibadah megah dan menyumbangkan persembahan dalam jumlah besar.

Akan tetapi, Tuhan tidak berkenan memberi pujian kepada cara hidup itu. Malah sebaliknya mereka mendapat peringatan karena kemakmuran hidup tersebut membuat mereka tinggi hati dan tidak bersungguh-sungguhhidup di dalam Tuhan.

Cara hidup inilah yang dianggap sebagai sikap hati yang suam-suam kuku di hadapan Tuhan. Berikut ciri-ciri orang Kristen yang suam kuku seperti dikutip dari buku Crazy Love karya Francis Chan.

9. Orang yang suam-suam kuku megasihi Yesus hanya setengah hati

Mereka mengaku mengasihi Tuhan tetapi tidak dengan segenap hati, jiwa dan kekuatannya. Mereka dengan cepat mencoba meyakinkan bahwa mereka telah berusaha mengasihi Tuhan, tetapi pengabdian total dianggap hanya pantas bagi para pendeta, misionaris, dan orang-orang yang radikal. Padahal, Yesus berpesan agar setiap orang percaya mengasihi Tuhan Allah-nya dengan segenap hati, jiwa dan akal budi (Matius 22: 37-38).

10. Orang yang suam-suam kuku sulit mengasihi orang lain

Ciri orang yang suam kuku adalah tidak mau berusaha mengasihi orang lain sama seperti diriya sendiri. Mereka hanya berfokus pada orang-orang yang berbuat baik kepada mereka, seperti keluarga, teman, dan rekan lainnya. Kasih mereka sangat bersyarat dan sangat selektif dan pamrih. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan firman Tuhan yang mengatakan kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (Mat 5: 53).

11. Orang yang suam-suam kuku membatasi pelayanannya

Mengikut Yesus berarti harus rela menjual segala milik kepunyaannya dan membagi-bagikan hasilnya kepada orang miskin. Tetapi mereka yang suam-suam kuku seringkali hanya memberi sedikit dari yang dia punya kepada Tuhan. Mereka tetap membuat batas-batas untuk memberikan waktu, uang dan tenaga untuk pelayanan.

12. Orang yang suam kuku lebih banyak memikirkan perkara duniawi

Pesan firman Tuhan agar setiap orang percaya hanya perlu memikirkan perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kolose 3: 2) seolah dilupakan oleh mereka yang suam-suam kuku. Karena mereka lebih memikirkan kehidupan di dunia dibandingkan hidup kekal di surge. Sebagian besar hidupnya hanya terfokus pada daftar kegiatan yang harus dilakukan hari ini, minggu ini dan liburan bulan depan. Mereka jarang sekali memikirkan kehidupan masa depan.

13. Orang yang suam kuku nyaman hidup dalam kemewahannya

Mereka yang hanya memiliki kasih setengah-setengah adalah mereka yang nyaman hidup dalam kelimpahan harta. Mereka jarang mempertimbangkan untuk memberi banyak kepada orang miskin. Mereka lebih terbeban melayani orang-orang kaya dibanding orang miskin.

14. Orang yang suam kuku kerap membuat takaran tentang perbuatan iman

Mereka bertanya, “Seberapa jauh saya bisa melangkah sebelum itu dianggap dosa?” Bukannya bertanya “Bagaimana cara supaya aku dapat menjaga diriku tetap murni sebagai bait Roh Kudus?” Mereka ingin melakukan standar yang paling minimum, menjadi ‘cukup baik’ tanpa tuntutan yang terlalu banyak.

15. Orang yang suam kuku hanya mencari keselamatan diri

Mereka terus sibuk mencari posisi aman, mereka diperbudak oleh pengendalian. Fokus hidup hanya untuk cari aman ini kerap menghambat mereka untuk mau berkorban dengan mengambil risiko yang besar untuk Tuhan. Padahal firman Tuhan berkata dalam Matius 10: 28 agar jangan takut kepada sesuatu yang membunuh tubuh, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa. Melainkan takut saja hanya kepada Dia yang berkuasa membunuh jiwa dan tubuh.

16. Orang yang suam kuku nyaman dengan status kekristenannya

Mereka adalah orang percaya yang rajin sekali menghadiri ibadah gereja, menyatakan bahwa mereka adalah orang Kristen lama yang sudah dibaptis, berasal dari keluarga Kristen, dan hidup dalam standar Tuhan. Tetapi sebagai mana bangsa Israel yang diperingatkan oleh para nabi bahwa tinggal di tanah Israel tidaklah cukup apabila tidak disertai dengan iman dan tindakan yang mencerminkan teladan Kristus.

17. Orang yang suam kuku kerap menilai dirinya cukup kudus

Mereka mungkin lebih sedikit minum-minuman keras dan mengumpat dibanding orang-orang sekuler. Namun faktanya, hidup mereka tidak jauh berbeda dari orang yang tidak percaya. Mereka mengatakan dirinya cukup kudus karena hidup yang cukup ebrsih, tetapi sesungguhnya tidak!

Inilah sikap-sikap hati dan cara hidup orang percaya yang dikecam Tuhan. Untuk itu, sama seperti jemaat di Laodikia Tuhan memberi teguran yang begitu keras kepada mereka sebagai bentuk didikan. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! (Wahyu 3: 19).


Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik di sini.

Sumber : Buku Crazy Love/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami