Dimana Ada Iman Disana Ada Keajaiban

Our Impact / 28 October 2015

Dimana Ada Iman Disana Ada Keajaiban

Lusiana Official Writer
3408
Pulau ini memiliki ratusan tempat wisata yang dikenal hingga ke manca negara. Musik dan tari-tarian hanyalah sebagian kecil dari beragam budayanya yang sangat kaya. Tak heran, tempat ini mengundang banyak cerita untuk dikenang bagi para pengunjungnya. Kebanyakan berupa kisah manis nan romantis.  Ya, tempat ini bernama Bali. Tapi bagi saya, Bali menyisakan duka!

Dua puluh tahun silam saya menikah dan tinggal di Jembrana, Bali. Dalam rumah tangga saya tidak pernah ada kata sejahtera bahkan jauh dari damai sukacita. Walaupun kami sudah menikah tapi status saya selalu dianggap rendah. Itulah alasan kenapa suami saya jadi suka sering berhubungan dengan perempuan-perempuan malam. Kebiasaan ini terus berlangsung bahkan hingga akhirnya kami dikaruniai empat orang anak.

Tidak hanya beban psikologis yang saya derita, namun kesehatan saya pun mulai terganggu. Awalnya tahun 2008, saya tidak teratur datang bulan. Kandungan saya jadi sering sakit dan nyeri. Ketika diperiksakan ke dokter, saya sangat kaget. Menurut dokter, saya menderita kanker rahim dan sudah stadium 3. Konsultasi dan pengobatan medis pun dimulai. Bahkan berobat ke dukun juga sudah saya lakukan. Tapi tidak ada tanda-tanda kesembuhan sama sekali. Kondisi ini memicu stress, sampai saya mengalami pendarahan yang berlebihan.

Yang paling parah adalah kondisi ini tidak membuat suami saya berubah. Ia masih terus melakukan kebiasaan buruknya hingga akhirnya saya mengambil keputusan lebih baik cerai. Saya tidak mendapatkan hak asuh anak satu pun. Hal ini semakin membuat saya depresi karena harus berpisah dengan anak-anak. Seorang teman saya akhirnya mengajak pergi ke Solo. Di kota inilah saya menemukan damai sukacita yang sejati. Saya mengenal Yesus sebagai Juruselamat dan saya membulatkan tekad mengikuti-Nya. Suatu saat setelah selesai ibadah, saya didoakan. Tiba-tiba terjadi pendarahan yang luar biasa sehingga saya dibawa ke rumah sakit. Setelah diperiksa dokter melalui USG, keajaiban terjadi. Puji Tuhan kankernya sudah tidak ada lagi!

Mujizat inilah yang membuat iman saya semakin yakin bahwa kuasa Tuhan Yesus sungguh luar biasa. Tahun 2010 saya memutuskan untuk pulang kembali ke Bali. Tuhan tidak henti-hentinya menuntun saya untuk terus dekat dengan-Nya. Saya menemukan tayangan Solusi. Sejak menyaksikan tayangan ini iman saya makin kuat dan terlebih lagi saya punya tempat untuk curhat di Konseling Center CBN. Mereka yang selalu menguatkan dan mendoakan saya.

Berkat dukungan doa mereka, saya dimampukan untuk melepaskan pengampunan kepada suami saya. Tuhan juga membukakan talenta yang selama ini saya tidak sadari. Tuhan memberi saya kemampuan di bidang jahit menjahit yaitu memasang aksesoris di baju dan kebaya. Dan dari sinilah saya dapat membiayai hidup tanpa bergantung pada orang lain. Terima kasih Tuhan Yesus karena telah menyelamatkan dan menyembuhkan saya. Terima kasih Solusi telah menemani dan menguatkan saya.

Dimana ada iman disana ada pengharapan. Dimana ada harapan disana ada keajaiban! Kisah ibu Asih diatas mengajarkan kita bahwa Tuhan tidak pernah memandang kehidupan kita untuk melepaskan mukjizat-Nya. Dia hanya menginginkan hati yang beriman teguh kepada-Nya. Apakah Anda mau mengalami hal yang sama dengan ibu Asih? Mari teguhkan iman Anda dan bagikan pengharapan ini kepada orang lain agar mereka juga menerima keajaiban dari Tuhan. Dukung tayangan Solusi dan Konseling Centre CBN dengan menjadi Mitra CBN.

Apakah Anda sudah menjadi Mitra CBN? Kami mengucapkan terimakasih atas keputusan Anda. Namun jika belum, ini saatnya. Ambil waktu sejenak untuk mengisi form di bawah ini atau Anda juga bisa mendaftar melalui SMS ke 081.5965.5960, ketik JC # Nama Lengkap # Email. Sebuah paket hadiah unik tersedia bagi Anda yang bergabung pertama kalinya menjadi Mitra CBN.

Info lengkap tentang Mitra CBN klik disini 
Info lengkap tentang Pelayanan CBN klik disini 
Halaman :
1

Ikuti Kami