Artikel Pembaca : Kodrat Ilahi Bagian 2

Kata Alkitab / 21 October 2015

Kalangan Sendiri

Artikel Pembaca : Kodrat Ilahi Bagian 2

Puji Astuti Official Writer
3151

Ayat 1 Korintus 6:18-20; 1 Korintus 3:5-9

Jauhkanlah berarti jangan  jadikan suatu kebiasaan, dan dosa percabulan adalah bukan semata-mata dia melakukan hubungan terlarang, tetapi lebih kepada pengkhianatan atau pengingkaran janji kepada pasangannya, jadi makna rohani dari ayat ini adalah pengingkaran janji kesetiaan kepada Allah, oleh karena itu Paulus mengingatkan di ayat selanjutnya bahwa tubuh kita sebagai orang yang mengalami penebusan oleh Kristus adalah milik Kristus sepenuhnya, dan oleh karena itu sebagai bukti kesetiaan kita kepada Allah, maka kita harus memuliakan Allah melalui hidup kita, yaitu dengan menjadikan Allah sebagai dasar hidup kita, dan jika kita mau untuk menjadikan Allah sebagai dasar hidup kita, maka kita harus membangun hidup kita dengan dasar Allah yang adalah kasih dengan cara menjadi kawan sekerja Allah (bersama-sama membangun kasih) supaya hidup kita nampak sebagai seseorang yang memang dikuasai dan dikendalikan oleh Allah yang berujung kepada menjadi berkat bagi sesama yang adalah "ladang Allah".

Dengan membangun bangunan hidup kita dengan berdasarkan kasih Allah, maka secara tidak langsung kita hidup dengan naturenya Allah (divine nature), dan ini hidup sesuai dengan kehendak Allah, karena sebenarnya bukan kita yang membangun, melainkan Allah sendiri yang membangun hidup kita dan dengan membangun kasih Allah di dalam diri kita (dengan melayani sesama), maka diri kita juga dibangun dengan sendirinya.

Bangunan kasih yang kita miliki adalah berguna untuk membentengi serangan dosa dari luar dan juga berfungsi untuk mencegah kita melakukan dosa pribadi (percabulan/ketidaksetiaan kepada Allah) dan sekaligus membuat pelayanan kita menjadi efektif, karena kita melayani berdasarkan kasih Allah (agape), bukan kasih manusia (eros).

Jadi hidup dengan naturenya Allah (divine nature) sangat berguna untuk membangun hidup pribadi kita dan hidup sesama di dalam kasih Allah (melindungi kita dari serangan dosa dari dalam dan dari luar diri kita), sehingga walaupun kedurhakaan (ketidakadilan) makin meningkat, kita tetap dapat bertahan (di dalam divine naturenya Allah) dan tetap dapat menjadi output dari "Injil Kerajaan" Allah (jadi berkat bagi sesama)..inilah the christian's lives for!

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. ~ Galatia 6:9-10

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. ~ Korintus 4:16-18

Membangun bangunan kasih itu harus berkesinambungan, tidak dapat putus lalu disambung lagi, artinya bahwa kita harus tidak boleh lelah/putus asa/bosan/jemu (weary) untuk terus melakukan kebaikan (walaupun saat melakukan kebaikan/tindakan kasih seringkali kita tidak mendapat balasannya), hal ini karena dunia di sekeliling kita memang sudah rusak dan jahat, sehingga prrbuatan kasih adalah sesuatu yang langka, tetapi justru saat kita tidak capek untuk melakukan tindakan kasih/perbuatan baik, justru kita akan memungut (reap) kebaikan yang telah kita lakukan, asalkan kita tidak redup (faint)..inilah teladan Tuhan Yesus kepada setiap kita orang Kristen supaya hidup kita menjadi teladan bagi orang lain dengan cara meneladani Kristus (karena itu kita disebut orang Kristen!!).

Perlu kita ketahui dan mengerti, bahwa dengan melakukan tindakan kasih, maka sebenarnya kerohanian/manusia batin (inward) kita mengalami pembaharuan (renewed), artinya disini adalah bahwa dengan melakukan kebaikan, maka kita akan sulit menjadi orang yang mudah sakit hati, putus asa, kuatir dan sebagainya.

Dengan melayani sesama dengan kasih agape, maka sebenarnya kita sedang membangun tembok kasih yang kokoh, sehingga iblis dan roh-roh jahatpun akan sulit mempengaruhi dan memasuki batin kita, karena kita dapat berlindung di dalam bangunan kasih tersebut..dan sebagai "reward" atau penghargaan (karena kita melakukan perbuatan baik), maka kita akan mendapatkan kemuliaan yang kekal yang melebihi segala sesuatu yang kita telah, sedang, dan akan kita lihat dan dapatkan di dunia ini (karena memang segala yang di dunia ini fana/temporary), sedangkan kemuliaan yang akan kita dapatkan bersifat melekat dan kekal (kita mendapatkan kemuliaan itu sementara kita masih hidup, dan kemuliaan itu akan terus bersama dengan kita (bahkan semakin besar!) saat kita sudah meninggalkan dunia ini), hal ini hanya akan kita dapatkan jika kita hidup di dalam divine nature dan terus membangun kasih agape di dalam hidup kita.

Penulis: Tjoa Djen Lu (Lulu)


Baca juga : Artikel Pembaca : Kodrat Ilahi Bagian 1


Tulisan ini adalah kontribusi dari visitor Jawaban.com, Anda juga dapat berbagi dan menjadi berkat dengan mengirimkan kisah inspiratif, kesaksian, renungan, pendapat Anda tentang isu sosial atau berita yang terjadi di lingkungan dan gereja Anda dengan mengirimkannya ke alamat email : [email protected]

Sumber : Tjoa Djen Lu (Lulu)
Halaman :
1

Ikuti Kami