'Gantung Raket', Alan dan Susi Sukses Rambah Dunia Bisnis

'Gantung Raket', Alan dan Susi Sukses Rambah Dunia Bisnis

Theresia Karo Karo Official Writer
4914

Masih ingat dengan Alexander Alan Budikusuma Wiratama dan Lucia Francisca Susy Susanti? Ya, mereka adalah mantan atlet nasional yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan berbagai prestasinya di bidang bulutangkis. Salah satu yang paling melekat diingatan kita adalah kemenangan Alan-Susi dalam badminton tingkat Olimpiade.

Meski sudah pensiun dari dunia yang membesarkan namanya, Alan dan Susi sepertinya tidak bisa meninggalkan bulutangkis sepenuhnya. Pasangan ini kini beralih menjadi pebisnis, sebagai founder dari brand ASTEC.

ASTEC sendiri merupakan akronim dari Alan Susi Technology. Brand ini menyediakan berbagai kelengkapan badminton, seperti raket, sepatu, pakaian olah raga, hingga aksesoris lainnya. Walau banyak produk olahraga berasal dari luar negeri, ASTEC tidak kalah saing. Karya anak bangsa ini berhasil dalam menguasai market bisnis raket bulutangkis di Tanah Air.

Pada awal membangun bisnis, Alan dan Susi tidak pernah menyangka akan menggeluti bagian produksi alat olahraga. Setelah ‘gantung’ raket, Susi saat itu berpikiran untuk menjadi pelatih. Namun karena ingin mencoba peruntungan di bidang lain, akhirnya keduanya sepakat untuk terjun dalam bisnis.

Sebelum membuat perlengkapan olahraga, pasangan atlet ini sudah pernah mencoba beberapa bisnis. Alan pernah mencoba bisnis jual beli mobil, namun tidak bertahan lama. Selanjutnya, mereka juga pernah mencoba sebagai agen raket dari perusahaan Jepang. Dan karena mendapat feedback tidak memuaskan dari konsumen, akhirnya mereka juga berhenti.

Sebagai agen, saat itu tidak banyak yang bisa mereka lakukan untuk menjawab kepuasan konsumen. Alan dan Susi yang notabene atlet juga mengaku kecewa dengan produk yang mereka jual sendiri. Inilah yang kemudian menjadi ide awal untuk membuat produk olahraga sendiri. Sehingga ‘lahirlah’ ASTEC, yang bertujuan memuaskan kebutuhan alat olahraga konsumen.

Sama seperti pebisnis lainnya, Alan dan Susi juga menemukan ‘kerikil’ dalam membangun ASTEC. Sebagai produk baru, pasangan ini sadar bahwa dibutuhkan banyak usaha untuk mempromosikan brand mereka. Sehingga, keduanya gencar dalam mensponsori beberapa turnamen bulutangkis. Alan dan Susi juga menggunakan link-nya untuk mengajak beberapa klub bekerja sama dengan produk buatannya.

Kerja keras mereka akhirnya berbuah manis. Kredibilitas ASTEC cukup diperhitungkan di kalangan atlit. Terlihat dari banyaknya agen yang mendirikan gerai-gerai khusus bagi ASTEC di beberapa kota besar.

Tidak hanya di Indonesia, Alan dan Susi juga mencoba memperluas pasarnya hingga mancanegara dan reaksi pasar cukup positif. Banyak konsumen dari luar negeri yang menyukai produk buatan mereka. Bersama PT Astindo Jaya Sport, ASTEC kini tengah mengekspansi bisnisnya hingga ke Eropa dan Asia. Mereka mulai memasuki negara dengan tradisi bulutangkis yang kuat, seperti Vietnam, Perancis, Malaysia, dan Filipina.

Berdirinya ASTEC menjadi bukti bahwa pensiunan atlet juga bisa meraih kesuksesan di luar lapangan. Alan dan Susi adalah sosok inspiratif yang tidak takut mencoba hal baru dalam berbisnis. Berjuang keluar dari zona nyaman memang bukan perkara mudah. Akan tetapi, selama kita tekun berusaha, maka kesuksesan bisa diraih. 

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : Astec/Maxmanroe.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami