Umat Muslim dan Kristen di Subulussalam Aceh Jaga Empat Gereja

Nasional / 15 October 2015

Kalangan Sendiri

Umat Muslim dan Kristen di Subulussalam Aceh Jaga Empat Gereja

daniel.tanamal Official Writer
7383

Peristiwa pembakaran rumah ibadah dan bentrok antarkelompok warga di Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (13/10/2015), justru membuat umat Muslim dan Kristen di Subulussalam, kota yang berbatasan langsung dengan Singkil merapatkan diri untuk menjaga empat gereja di kota tersebut.

Salah satu tokoh agama Kristen setempat dari Barisan Toba Kota Subulussalam, Piktor Situmorang mengatakan, sejak semalam, ia bersama pemuda dan tokoh agama Muslim turun mengamankan gereja. Aparat keamanan juga berjaga-jaga hingga hari ini. Penjagaan itu dilakukan untuk memastikan bahwa rumah ibadah itu aman dan tidak ada orang yang memprovokasi warga. "Bahkan, Syarif Bancin, tokoh agama Muslim di Subulussalam, turut berjaga sampai pagi di gereja. Kami di Subulussalam ini sangat rukun dan akur antarumat beragama," kata Piktor, seperti dirilis Kompas.com, Rabu (14/10/2015).

Tokoh dari Barisan Toba Kota Subulussalam ini juga mengimbau seluruh umat Kristiani di Aceh Singkil dan Subulussalam untuk tidak terpancing isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dia mengajak seluruh umat Kristiani menahan diri dan tetap berpikir jernih dalam melihat kasus bentrok warga di Aceh Singkil. "Mari sama-sama menghormati keyakinan masing-masing. Kita harus rukun dan berdampingan," kata Piktor.

Sementara itu Kepala Humas Pemkot Subulussalam Abdurrahman Syah, menyebutkan pemkot telah menggelar rapat dengan seluruh tokoh masyarakat lintas agama untuk mengantisipasi kerusuhan. Dia menambahkan, masyarakat lintas agama, tokoh Muslim dan tokoh Kristen di Kota Subulussalam sepakat untuk mengantisipasi pengerahan massa menuju Aceh Singkil. Langkah itu dilakukan agar tidak terjadi kerusuhan lanjutan antarumat beragama di Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

? ?Posko tim terpadu penanganan konflik sosial letaknya di Kantor Camat Simpang Kiri. Di sini, kami berupaya mencegah pergerakan massa yang menuju ke Aceh Singkil. Karena ada gosip akan ada pergerakan massa. Kami imbau warga jangan terpancing, mari sama-sama menjaga ketertiban dan kerukunan umat beragama,” pungkasnya.

Seperti dilaporkan sebelumnya, bentrok massa terjadi di Aceh Singkil dan mengakibatkan satu gereja di bakar, satu orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka. Keempat korban luka ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Aceh Singkil.

 


Sumber : kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami