Senator Amerika Serikat: AS Harus Akui Perannya dalam Tragedi 65

Senator Amerika Serikat: AS Harus Akui Perannya dalam Tragedi 65

daniel.tanamal Official Writer
3869

Senator Amerika Serikat: AS Harus Akui Perannya dalam Tragedi 65

Salah satu senator Amerika Serikat (AS) dari Komisi Hubungan Luar Negeri, Tom Udall mengatakan bahwa pemerintah AS harus mengakui peran dan keterlibatannya dalam tragedi berdarah tahun 1965-1966 di Indonesia dimana diperkirakan 500 ribu hingga 1 juta warga Indonesia dibunuh menyusul terjadinya peristiwa yang disebut sebagai Gerakan 30 September (G30S).

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis (1/10/2015) lalu bertepatan dengan peringatan 50 tahun G30S, Udall mengajukan rancangan resolusi guna menyelesaikan kasus-kasus pembunuhan massal yang mayoritas terjadi di Pualu Jawa dan Bali. "Lima puluh tahun yang lalu, pada tanggal 1 Oktober tahun 1965, salah satu kekejaman massal paling buruk di Indonesia dimulai. Sebanyak 500.000 sampai 1 juta orang, kebanyakan warga sipil, mati dalam pembantaian yang didukung oleh Pemerintah Indonesia. Dalam masa yang sama, Pemerintah Amerika Serikat terus memberikan bantuan militer dan keuangan kepada Indonesia,” kata Senator Udall.

Udall mengatakan hal tersebut dalam sambutan yang dibacakan oleh John Sifton dari kelompok Human Rights Watch saat pemutaran film The Look of Silence di kota Washington DC. Film karya Joshua Oppenheimer itu mengisahkan pengalaman para keluarga korban yang tewas dibunuh dalam peristiwa berdarah itu. Udall kembali mengatakan, Pemerintah AS dan Indonesia harus berusaha menutup babak gelap dalam sejarah ini dengan mengumumkan semua dokumen rahasia dan secara resmi mengakui terjadinya aksi-aksi kekejaman itu.

Udall menambahkan bahwa banyak dari para pembunuh itu kini masih hidup dan bebas, sementara para korban serta keluarga mereka masih terus dipinggirkan. "Hari ini, dalam Kongres Amerika, saya mengajukan rancangan resolusi baru yang akan menekan Pemerintah Amerika supaya mengakui perannya dalam pembantaian di Indonesia dan mengumumkan semua dokumen yang berisi informasi tentang peristiwa itu dan para pelakunya."


Sumber : berbagai sumber

Ikuti Kami