Kualitas Sperma Terganggu Akibat 8 Hal Ini

Kualitas Sperma Terganggu Akibat 8 Hal Ini

Theresia Karo Karo Official Writer
4566

Menantikan kehadiran buah hati di tengah keluarga kecil, adalah kerinduan yang mungkin tengah dirasakan sebagian pasangan suami istri. Bukan sekedar masalah  pengaturan jadwal bercinta, kondisi tubuh yang tidak mendukung seperti rendahnya kualitas sel telur dan sperma juga satu dari sekian penyebab yang menyulitkan kehamilan.

Khusus pria, jutaan sperma memang diproduksi setiap hari oleh pria. Meskipun begitu, kualitas sperma juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Mulai dari suhu hingga gadget, disebut mampu mempengaruhi kualitas sperma pria. Selengkapnya, mari kita lihat delapan faktornya:

Suhu berlebih

Hal Danzer, MD, spesialis kesuburan di Los Angeles menyebutkan bahwa saat suhu testis panas, produksi sperma bisa berhenti. Dampaknya bahkan bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau jumlah yang dihasilkan lebih rendah dari biasanya. 

Demam

Sama seperti suhu berlebih, demam tinggi juga berdampak sama. Studi pada tahun 2003 menemukan bahwa saat pria terserang demam, konsentrasi sperma akan menurun hingga 35 persen.

Komputer dan laptop

Dua perangkat yang sering Anda gunakan untuk bekerja atau mencari hiburan ini ternyata turut berperan dalam mengganggu kualitas sperma. Sebaiknya jangan terlalu lama duduk di depan komputer. 

Penelitian State University of New York menjelaskan bahwa terdapat hubungan langsung antara penggunaan laptop dan peningkatan suhu skrotum hingga 35 derajat yang berlaku di posisi tertentu. Sehingga efeknya dianggap cukup berbahaya bagi spermatogenesis (proses pembentukan gamet jantan).

Celana ketat

Menurut Dr. Wharton, pria yang sering menggunakan celana ketat dalam waktu lama memberi pengaruh buruk pada kualitas produksi sperma.

Ponsel

Bagi Anda yang tidak bisa lepas dari teknologi yang satu ini, sebaiknya perhatikan penjelasan berikut. Studi tahun 2008 menyatakan bahwa pria yang terlalu lama mengenakan ponsel berakibat memproduksi sperma yang lebih sedikit. Selain itu, paparan radiasi dari telepon genggam yang disimpan dalam saku celana juga dianggap berpengaruh buruk terhadap kualitas sperma pada pria. 

Kelebihan berat badan

Studi 2009 oleh World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pria dengan berat badan berlebih atau obesitas, berpotensi tinggi untuk menurunkan fungsi testis dan jumlah sperma. 

Disamping itu, Daniel A. Potter, MD, dari Huntington Reproductive Center di California juga mengatakan, “Obesitas telah dikaitkan dengan peningkatan produksi hormon wanita (estrogen), penurunan jumlah sperma, disfungsi seksual, dan infertilitas.”

Lifestyle

Gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi alkohol, narkotika, dan rokok bukan hanya berdampak buruk bagi tubuh, termasuk fungsi seksual. Studi menjelaskan bahwa selain menyebabkan penurunan sperma, merokok juga bisa merusak DNA sperma dan meningkatkan disfungsi ereksi. 

Situasi fisiologis

Dr Potter mengungkapkan beberapa situasi fisiologis yang bisa memberi pengaruh negatif terhadap pria. Pertama adalah penyumbatan. “Apakah itu disebabkan oleh cacat lahir, infeksi, trauma, atau vasektomi, penyumbatan mencegah sperma memasuki air mani,” jelas Dr Potter. 

Faktor kedua adalah kelainan genetik. “Kelainan kromosom dapat menyebabkan berat berkurang atau tidak ada produksi sperma,” ungkapnya. Sedangkan situasi fisiologis terakhir, diakibatkan oleh ketidak seimbangan hormonal, kanker testis, testis tidak turun, dan masalah seksual lainnya.

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Ada banyak orang di luar sana yang belum mengenal Kasih yang Sejati. Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.

Sumber : Metrotvnews/Jawaban.com by tk

Ikuti Kami