Soal Blood Moon 28 September, Pemimpin Gereja Ini Klaim Akhir Dunia

Soal Blood Moon 28 September, Pemimpin Gereja Ini Klaim Akhir Dunia

Lori Official Writer
5754

Pendiri Gereja Cornerstone John Hagee meyakini blood moon (bulan darah, red), yang diprediksi para ilmuwan akan muncul pada 28 September 2015, menjadi tanda akhir dunia. Ia meyakini hal tersebut sesuai dengan buku Four Blood Moons yang diterbitkannya pada tahun 2013 lalu.

Saat mempromosikan buku itu di San Antonio, Texas, Hagee sempat menyampaikan bahwa bulan darah yang muncul sebanyak keempat kali adalah sinyal yang dikirimkan oleh Tuhan. “Kedatangan empat bulan darah menunjukkan ke sebuah peristiwa yang akan mengguncang dunia antara April 2014 dan Oktober 2015,” katanya, seperti dilansir News com.au, Kamis (10/9).

Senada dengan itu, Pemimpin Pelayanan El Shaddai, Pendeta Mark Blitz juga memprediksi bahwa peristiwa blood moon bulan ini menandakan akhir dunia dan kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Mereka bahkan mendukung prediksi tersebut dengan ayat-ayat Alkitab seperti dalam Yoel 2: 31 tertulis, “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu”. Pernyataan serupa juga ditulis dalam Kisah Para Rasul 2: 20 bahwa, “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu”. Sementara lainnya dalam Wahyu 6: 12 menyebutkan tentang kondisi dunia yang gelap gulita, gempa yang dahsyat dan bulan yang seluruhnya bagaikan darah.

Blitz dan Hungee menyebut hal ini sebagai bagian dari peristiwa penting dalam sejarah bangsa Yahudi. Mereka juga mengklaim bahwa akhir dunia yang dinubuatkan dalam Alkitab sesuai dengan peristiwa kemunculan gerhana bulan total sebanyak keempat kali secara berturut-turut, dimana masing-masing hanya dipisahkan oleh enam bulan lunar.

Namun pihak NASA menilai prediksi tersebut belum terbukti karena hasil pemantauan yang dilakukan dengan sistem pemantau tabrakan otomatis atau Sentry menunjukkan bahwa kemungkinan peristiwa besar itu tidak akan terjadi. “NASA mengetahui bahwa tidak ada asteroid atau komet yang berada di jalur tubrukan dengan bumi, sehingga probabilitas tabrakan besar itu sangat kecil. Bahkan, sebaik yang kami bisa katakan, tidak ada objek besar yang kemungkinan akan menyerang bumi setiap saat dalam beberapa ratus tahun ke depan,” terang juru bicara NASA kepada Yahoo News.

Seperti yang disampaikan oleh pihak NASA, blood moon memang diprediksi akan terjadi akhir bulan ini. Saat peristiwa itu, bayangan bumi yang dipantulkan oleh gerhana bulan akan memunculkan warna merah tembaga.

Kedua pernyataan di atas mungkin akan membuat banyak orang menjadi dilematis, antara percaya atau tidak. Namun di atas dari semua, mari tetap berdoa untuk untuk apapun yang terjadi ke depan kiranya sesuai dengan kehendak Tuhan.

Sumber : News.com.au/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami