Gerakan Doa Non-Stop untuk Jangkau Ateis di Tiongkok

Gerakan Doa Non-Stop untuk Jangkau Ateis di Tiongkok

Theresia Karo Karo Official Writer
4985

Selama dua puluh empat jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu, ribuan umat Kristiani berkumpul di sudut timur laut Tiongkok untuk mengadakan gerakan doa 24/7 yang belum pernah terjadi sebelumnya. Inisiatif doa nasional yang dimulai sejak enam tahun lalu sebagai perkumpulan kecil ini, telah menyatukan ratusan gereja di negara komunis ini. 

Selama bertahun-tahun, pemerintah Tiongkok berusaha memusnahkan Kristen dari negara mereka. Puncaknya pada akhir 1940-an, sekitar 500.000 orang Kristen di Tingkok tewas akibat iman mereka. Hingga saat ini, pemerintah masih memberlakukan aturan larangan salib di gereja, guna menekan pertumbuhan agama Kristen. 

Pemerintah terkesan khawatir karena dalam satu dekade, Kristen adalah agama yang paling cepat berkembang di negara yang kebanyakan rakyatnya tidak percaya Tuhan atau ateis ini. 

"Kami bermimpi bahwa suatu hari nanti kita akan membangun sebuah gereja difokuskan pada doa untuk China dan dunia," ungkap pemimpin doa Ha Bining, melansir dari CBN News (9/9).

Bersama suaminya Feng Kai, Ha Bining aktif bersaksi di seluruh pedalaman Tiongkok. Pada tahun 2000, pasangan ini bermimpi untuk mengubah sebidang tanah di sudut timur laut Tiongkok menjadi tempat berdoa.

"Air mata saya jatuh seperti hujan dan saya mulai berdoa," ungkapnya. Ha Bining melanjutkan," Tuhan memberi kita sebuah visi untuk membantu membawa gereja-gereja di seluruh Tiongkok, bersama-sama selama 24 jam non-stop berdoa untuk negara kami dan dunia."

Sembilan tahun kemudian, tepatnya tanggal 30 Juni, mimpi ini mulai terwujud. Dengan konstruksi bangunan yang hampir selesai, pasangan ini mengirimkan email dan pesan teks ke teman-teman dan pendeta untuk mengundang mereka dalam pertemuan doa.

"Kami tidak tahu siapa yang akan muncul atau berapa banyak. Saya berdoa bahwa setidaknya orang dari tujuh gereja akan muncul. Pada kenyataannya saya takjub, sebab ada 70 gereja yang bergabung dengan kami hari itu,” kata Ha Bining. 

Di luar harapan Ha Bining, Tuhan memberikan lebih dari pada doanya. Dia bahkan mengaku kewalahan saat melayani tamu yang hadir saat itu. 

Perdamaian dan pertobatan

Pusat doa ini dimulai sejak Juni 2009. Hingga saat ini, sebanyak 617 gereja dari seluruh Tiongkok telah mendaftar untuk berdoa 24 jam sehari. Dijelaskan oleh Ha Bining, kebanyakan dari mereka yang hadir memiliki tiga tujuan utama. 

"Pertama, bahwa ini akan menjadi tempat di mana orang bisa berdamai satu sama lain. Kedua, bahwa Allah akan menggunakan tempat ini untuk gereja-gereja untuk bertobat dan kompromi dengan satu sama lain. Dan ketiga, bahwa ini akan menjadi tempat di mana orang bisa berdamai dengan Tuhan,” jelasnya

Tidak hanya dari Tiongkok, lebih dari 100 negara di dunia juga telah mengunjungi pusat doa ini. “Setiap hari kami menerima tamu dari seluruh dunia. Ini sangat menarik untuk melihat orang-orang berdoa,” ungkap Jian Yanchang, sebuah perantara dalam doa 

Bila pada tahun 1940 jumlah orang yang beragama Kristen ada sekitar 4 juta orang, hari ini jumlahnya telah berlipat ganda. Pengikut Yesus Kristus di Tiongkok saat ini sudah lebih dari 100 juta orang. 

"Saya percaya hidup kita sebagai orang Kristen harus menjadi berkat bagi orang lain. Sebab Allah berfirman kepada Abraham, ‘Aku akan memberkatimu. Aku akan membuat namamu besar dan kamu akan menjadi berkat.’ Tuhan memberkati Abraham, dan Dia juga yang memberkati gereja di Tiongkok," papar Feng Kai. 

Dia dan yang lainnya percaya bahwa inisiatif doa inilah yang menjadi kunci untuk pertumbuhan gereja di Tiongkok. “Dua puluh empat jam non-stop berdoa bukanlah tugas yang mudah untuk melakukannya. Tapi itu adalah hal yang membahagiakan kami, untuk menikmati 24 jam kehadiran Allah dalam doa,” ujar Dong Lili, salah satu pendoa syafaat lainnya.

Bagi Ha Bining dan Feng Kai, tempat ini adalah mimpi yang diberikan Tuhan yang menjadi kenyataan. Yakni untuk menyatukan gereja-gereja di Tiongkok dan membawa berita kasih Kristus sampai ke ujung bumi.

“Ini adalah inti dari agama Kristen,” kata Ha Bining. “Kita semua berlutut, mengangkat tangan dan berdoa bahwa Injil akan terus menyebar di seluruh dunia dan juga di Tiongkok.”

Apakah artikel ini memberkati Anda? Jangan simpan untuk diri Anda sendiri. Let share! Mari berbagi dengan orang lain, agar lebih banyak orang yang akan diberkati oleh artikel-artikel di Jawaban.com seperti Anda. Caranya? Klik disini.


Sumber : CBN/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami