Ampuh Perangi Pengaruh Buruk Narkoba Terhadap Anak

Parenting / 28 August 2015

Kalangan Sendiri

Ampuh Perangi Pengaruh Buruk Narkoba Terhadap Anak

Theresia Karo Karo Official Writer
3388

Penanaman nilai-nilai agama kepada anak sejak kecil, diyakini Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Chotidjah dapat menjauhkan anak dari perilaku menyimpang, yang salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba.

“Setiap agama mengajarkan hal yang baik kepada pemeluknya. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai agama kepada anak usia dini mampu menghindarkan mereka (anak) dari penyalahgunaan narkoba. Semua agama juga sudah mengharamkan penyalahgunaan narkoba,” jelas Chotidjah saat mengadakan dialog interaktif di Depok, Rabu kemarin (26/8).

Menurutnya, anak perlu mendapat pemahaman yang baik tentang kehidupan, dan hal itu bisa didapat dari peran orang tua dalam mendidik anak. Tidak hanya itu, dia juga menyarankan agar keluarga menerapkan pola asuh yang demokratis dan bersahabat.

Selain itu Chotidjah juga menyarankan orang tua untuk menambah pengetahuan tentang narkoba. “Bayangkan kalau anak kita mencari informasi tentang permasalahan narkoba kepada orang lain. Syukur kalau tempat dia bertanya itu adalah orang yang paham tentang narkoba. Bagaimana jika anak kita justru diajak untuk mencoba menggunakan narkoba,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi salah satu pertanyaan tentang mengenal ciri anak yang menjadi pengguna narkoba, Chotidjah menjawab bahwa orang tua harus masuk dalam kehidupan sang anak.

“Prestasi belajar di sekolah harus selalu di-update. Kamarnya harus kita periksa. Bila mana menemukan hal-hal yang mencurigakan maka harus segera mengambil tindakan yang cepat. Secara umum ciri penyalahguna narkoba dibagi dalam tiga tahap, yakni tahap coba-coba, tahan pengguna tetap, dan tahap kecanduan,” paparnya.

Chotidjah menjelaskan bahwa anak yang tergolong dalam tahap pertama biasanya terlihat dari perubahan pola makannya. Sedangkan tahap pengguna tetap, anak sudah mulau merokok dan punya masalah dengan keuangan.

“Tahap yang paling berat yaitu tahap kecanduan,” tegasnya. Pada tingkat terakhir ini, orang tua mungkin akan menemukan bekas suntikan di lengan atau mendapati alat penggunaan narkoba dalam kamar anaknya.

Perlu diketahui juga bahwa menurut studi, agama atau ibadah bermanfaat secara mental dan fisik terhadap anak. Studi di Columbia University, Amerika Serikat telah membuktikan bahwa anak yang memegang teguh keyakinannya cenderung lebih bahagia secara mental dan mendukung ketahanan daya tubuh mereka.

Menurut para ahli, manfaat secara fisik dan mental ini dipengaruhi perilaku anak-anak yang menjalani harinya dengan optimis dan tekun. Dan menariknya lagi, anak-anak yang memegang teguh kepercayaannya ini juga berprestasi, memiliki kecenderungan 80 persen tidak melakukan free sex, dan 40 persen tidak memakai narkoba.



Sumber : Okezone/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami