Paus ke Amerika Serikat, Palestina Berencana Kibarkan Bendera di PBB

Paus ke Amerika Serikat, Palestina Berencana Kibarkan Bendera di PBB

Theresia Karo Karo Official Writer
5773

Kedatangan Paus Fransiskus ke Amerika Serikat rencananya digunakan Palestina untuk mengibarkan bendera negaranya bersanding dengan bendera Vatikan di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Pengumuman Otoritas Palestina ini disebut tercatat dalam sebuah dokumen yang didapatkan kantor berita Reuters (26/8).

Bila rencana ini benar terwujud, Amerika Serikat dan Israel rencananya tidak akan tinggal diam. Sebab mengacu pada aturan PBB, hanya negara resmi saja yang diperbolehkan mengibarkan bendera di gedung organisasi internasional tersebut. Oleh sebab itu, AS dan Israel akan bersiap dengan pengajuan protes resmi.

PBB sendiri diketahui beranggotakan 193 negara di seluruh dunia, namun tidak termasuk Vatikan dan Palestina yang berstatus negara pengamat non-anggota. Menurut Palestina, kedatangan pemimpin umat Katolik merupakan momen tepat untuk mengibarkan bendera tanpa halangan.

Sebelumnya, pada pertengahan Mei 2015, Vatikan telah mengakui kedulatan rakyat Tepi Barat dan Jalur Gaza tersebut. Dan bila Vatikan mendukung rencana ini, Palestina beranggapan bahwa protes dari AS dan Israel sebisa mungkin dapat dihindarkan.

Menanggapi hal ini, Tahta Suci hanya bisa menghormati keinginan Palestina untuk mengibarkan benderanya. Dalam pernyataan resminya, Vatikan mengungkapkan keberatan bila negaranya dijadikan 'tameng' oleh Otoritas Palestina.

“Tahta Suci tidak memiliki niat mendorong resolusi yang diajukan Otoritas Palestina yang dimaksud,” tulis Vatikan.

Hingga saat ini, hampir seluruh negara anggota PBB mengakui kedaulatan Palestina. Hanya AS dan Israel belum mengakui keberadaaan negara Palestina. Menurut kedua negara ini, bila administrasi Fatah atau Hamas dianggap pemerintahan sah, maka perundingan damai di kawasan konflik akan semakin sulit terwujud.


Sumber : Merdeka/Reuters.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami