Gejolak Ekonomi Diperkirakan Terus Berlanjut

Gejolak Ekonomi Diperkirakan Terus Berlanjut

Theresia Karo Karo Official Writer
2802
Hari ini nilai tukar mata uang rupiah semakin lemah. Bloomberg Dollar Index menyebutkan rupiah melemah 49 poin dari penutupan hari sebelumnya, menjadi 14.090 per dolar AS.

Gejolak ekonomi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengeluarkan putusan terkait penyesuaian suku bunga acuan. Perihal ini dinyatakan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, seperti yang dilansir dari Antara News, (26/8).

“Kita lihat sampai September ini, sampai pertemuan FOMC (Federal Open Market Comittee) masih ada gejolak. Makanya tugas kita menjaga, semoga dalam gejolak ini, kita bisa menjaga stabilitas ekonomi,” katanya di Jakarta, Selasa kemarin (25/8).

Menurutnya, kondisi stabilitas ekonomi di Indonesia tergolong masih terkendali. Menkeu lanjut menjelaskan bahwa indikator makro belum menunjukkan pertanda krisis. Situasi ekonomi saat ini dinilainya berbeda dengan krisis moneter di tahun 1998 silam.

“Pertumbuhan kita masih positif di semester satu, masih 4,7 persen, trade balance juga surplus, current account turun defisitnya. Jadi kondisi makro masih bagus, belum lagi perbankan, NPL, dan CAR dalam kondisi 'sehat'. Kondisinya sama sekali berbeda dengan 1998,” terangnya.

Selain itu, terkait putusan Bank Sentral Tiongkok (The Peoples Bank of China/PBoC) yang memangkas suku bunga hingga 25 basis poin, dianggap Menkeu tidak berpengaruh langsung terhadap perekonomian Indonesia.

Sebaliknya, aksi devaluasi Yuan ini justru lebih berdampak pada situasi internal Tiongkok yang tengah berusaha mendorong sektor konsumsi masyarakat dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di negara tersebut.

Walaupun begitu, Menkeu juga tidak menampik posisi kurs rupiah dan bursa saham yang sempat mengalami tekanan akibat pengaruh global. Akan tetapi langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) juga dirasa cukup membantu penguatan rupiah terhadap dolar AS.




Sumber : Antaranews/Bisnis.com by tk

Ikuti Kami