Kini Investasi Saham Bukan Hanya Untuk Investor Bermodal Besar

Kini Investasi Saham Bukan Hanya Untuk Investor Bermodal Besar

Puji Astuti Official Writer
3057

Bagi masyarakat Indonesia, investasi saham masih menjadi sebuah momok karena ada banyak mitos yang pada akhirnya membuat mereka tidak memiliki keberanian untuk mencoba untuk berinvestasi di pasar modal. Salah satu mitos yang menghantui adalah bahwa untuk investasi saham seseorang harus memiliki modal besar.

Namun pada kenyataanya hal itu tidak benar, karena saat ini untuk 1 lot hanya 100 lembar saham, sebelumnya 1 lot = 500 lembar saham. Selain itu, saat ini banyak perusahaan sekuritas yang membuka peluang untuk pemodal kecil dengan tidak mematok harga tinggi untuk membuka akun. Anda cukup bermodalkan uang 200 ribu rupiah hingga 5 juta rupiah sudah bisa membuka akun di perusahaan sekuritas dan memulai transaksi di bursa saham.

Tapi apakah dengan modal Rp.200.000,- sudah bisa untuk membeli saham?Jawabannya adalah bisa. Sebagai contoh adalah pada perdagangan hari ini saham Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dibuka pada harga 345 rupiah, jadi jika Anda membeli satu lot maka 100 x Rp.345 = Rp. 34.500,- . Jadi dengan modal Rp.200.000,- Anda bisa membeli lima lot atau 500 lembar saham.

Ellen May seorang trader dan penulis buku “Smart Trader Not Gambler” membenarkan hal ini.

"Jangan pakai alasan mahal, wong investasi saham bisa kok cuma uang Rp 100 ribu. Jika finansial sudah kuat, maka bisa jadi investor jangka panjang," demikian pernyataan Ellen yang pernah dikutip oleh Liputan6.com.

Ellen mengaku bahwa awalnya ia pun tidak paham apapun tentang saham sewaktu mulai berinvstasi pada tahun 2006. Ia pernah mengalami manisnya keuntungan dan juga pahitnya kerugian, namun hal itu adalah bagian dari pembelajaran.

"Kebanyakan orang trading maunya dapat profit instan. Lebih baik untung sedikit sedikit tapi konsisten daripada untung 100 persen tapi hilang dengan cepat," demikian masukan ibu dua orang anak itu.

Namun satu hal yang perlu diingat bahwa investasi saham bukanlah judi dan main tebak-tebakan, untuk itu Anda perlu mempelajari bagaimana menganalisa saham sehingga bisa memilih saham perusahaan yang sehat dan membeli serta menjualnya pada waktu yang tepat sehingga bisa mendapatkan keuntungan.

Sumber : Belajarinvestasi.net | Liputan6.com | Puji Astuti

Ikuti Kami