Donald Trump Gunakan ISIS Untuk Menakuti Paus Fransiskus?

Donald Trump Gunakan ISIS Untuk Menakuti Paus Fransiskus?

Theresia Karo Karo Official Writer
4959

Donald Trump kembali membuat pernyataan yang kontroversial. Kandidat calon presiden dari Partai Republik ini terkesan menakut-nakuti Paus Fransiskus. Sepertinya kontroversi tidak bisa terlepas dari kampanye politiknya.

Dalam satu wawancara dengan CNN pada Rabu lalu (19/8), Trump ditanyakan pendapatnya tentang kujungan Paus ke Amerika Serikat di bulan September mendatang. Menjawab pertanyaan tersebut, Trump mengungkapkan bahwa dia tidak akan mengizinkan Paus untuk mengkritik kapitalisme bila nanti mereka berkesempatan untuk bertemu langsung. Sebelumnya, Paus memang menyatakan bahwa kapitalisme turut bertanggung jawab atas atas berbagai permasalahan di dunia saat ini.

Belum cukup, pebisnis ini juga menyatakan bahwa dia akan menakuti pemimpin umat Katolik seluruh dunia tersebut dengan mengingatkan kepadanya kejahatan jihadis ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang ingin menginvasi Vatikan.

“Saya akan mengatakan ‘ISIS ingin menangkap Anda’,” jawab Trump. Dia kemudian melanjutkan, “Anda tahu bahwa ISIS ingin masuk dan mengambil alih Vatikan?”

“Saya akan menakuti Paus karena hanya itu satu-satunya cara. Paus, saya harap, hanya takut kepada Tuhan. Namun faktanya, Anda tahu, jika Anda melihat apa yang terjadi, mereka lebih baik berharap bahwa kapitalisme bekerja karena hanya itu yang kita miliki saat ini. Dan ini bekerja dengan layak,” jelas Trump.

Trump tidak setuju dengan pernyataan pemimpin umat Katolik tersebut. Menurutnya, kapitalisme bukanlah racun atau setan. Dia beranggapan bahwa kapitalisme tidak berjalan dengan baik di negeri Paman Sam tersebut akibat regulasi berlebih dalam industri.

Trump yang adalah seorang Protestan mengaku sangat ingin bertemu dengan Paus Fransiskus. Dia juga sangat mengagumi Paus, yang terkenal sangat aktif menyuarakan permasalahan sensitif seperti kemiskinan
dan perubahan iklim tersebut. “Saya sangat menghormati Paus. Saya menyukainya. Ia sangat politis, tak ada yang meragukan hal itu. Saya merasa ia adalah orang yang baik,” terangnya.

Menurut sejumlah survei Trump adalah kandidat calon presiden terdepan dari partainya. Meskipun begitu, pandangan kuat dan gaya polosnya dalam berkampanye dianggap cukup menyulut oposisi.



Sumber : CnnIndonesia/Jawaban.com by tk

Ikuti Kami