Melanie Subono Pertanyakan Makna Kemerdekaan Indonesia

Melanie Subono Pertanyakan Makna Kemerdekaan Indonesia

Theresia Karo Karo Official Writer
2387

Merdeka! Hari ini 17 Agustus 2015, tepat 70 tahun Indonesia merdeka dari penjajah. Segenap masyarakat tidak ketinggalan untuk mengucapkan kebahagiaan dan kebanggaannya menjadi warga negara Indonesia. Namun sedikit berbeda, selebriti satu ini seolah menganggap bahwa Indonesia masih belum sepenuhnya merdeka.

Melanie Subono dalam akun Instagram pribadinya (17/8) menulis, “Plis dibaca dulu. Sekedar untuk di pikirkan. Congratulations!!! ‘TAHUN LALU Indonesia berhasil menembus posisi tinggi di chart SALAH SATU NEGARA DENGAN JUMLAH MANUSIA DIPERBUDAK TERBANYAK DI DUNIA. So, Apa sih yang kita rayakan hari ini?? Kemerdekaan?

Banyak yang sudah merdeka. Perempuan bisa bekerja sekarang. Berbicara bisa lebih lepas sekarang. Dan banyak hal lain. Untuk kita. Sayangnya di balik orang yang lebih bebas itu, ada sekian banyak orang yang BAHKAN TIDAK BERHAK HIDUP DI TANAH KELUARGAnya demi memenuhi keinginan parpol untuk menjadikannya pabrik. Kekerasan terjadi setiap hari. IBU IBU bahkan dibantai gagang senjata. Mereka tersakiti. Jauh dari merdeka,” lanjut wanita yang aktif mempertikan isu sosial ini.

Selain tulisan, Melanie Subono juga menyertakan beberapa foto kumpulan masalah sosial yang masih membelenggu bangsa ini. Diantaranya, kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1998 dan juga masalah kelaparan. Tidak lupa dia juga mengajak masyarakat untuk peka terhadap segala peristiwa di sekeliling.

Merdeka dalam salah satu ensiklopedia bebas mengandung arti, suatu negara yang meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya. Memang benar Indonesia telah bebas dari penjajahan dari bangsa luar, namun untuk bisa merdeka sepenuhnya, kita masih harus menempuh jalan panjang.

Hari ini, Indonesia telah genap berusia 70 tahun. Dalam memaknai momen ini setiap orang mungkin memiliki pendapatnya masing-masing. Namun satu hal ini yang harus disamakan, bahwa Indonesia sebagai tanah air dan tanah tumpah darah. Di sinilah kita berdiri, bersatu, dan bersama membangun jiwa dan raga untuk Indonesia Raya. Perjuangan kita belum berakhir. Para pahlawan yang telah gugur telah menyerahkan 'tongkat estafet' nya untuk kita bisa membawa kejayaan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Sumber : Liputan6/Jawaban.com by tk

Ikuti Kami