3 Alasan Penting Cara Bisnis Kotor Tidak Boleh Dilakukan

3 Alasan Penting Cara Bisnis Kotor Tidak Boleh Dilakukan

Puji Astuti Official Writer
6995

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;} </style>

Banyak orang berkata bahwa dunia bisnis itu kotor dan kejam, hanya yang kuat yang menang. Hal ini seperti hukum rimba, kadang segala cara dihalalkan. Tak jarang teman pun saling sikut. Namun hal ini tidak benar, terlebih bagi kita orang percaya. Bahkan kebaikan adalah kekuatan yang besar, dan kasih akan membuat warna yang berbeda dalam dunia bisnis. Kebaikan akan menuntun kepada hati yang terbuka, yang kemudian akan membawa kepada pikiran yang terbuka.Keterbukaan itu bukan hanya membuat kita lebih bahagia dan merasa puas, namun juga membawa kita kepada kreativitas dalam bisnis yang tidak ditemukan dalam cara bisnis yang penuh kebencian dan kemarahan.

Selain hal di atas, ada lima hal lain yang memperkuat dasar kita untuk tidak melakukan hal yang jahat saat berbisnis, yaitu :

1 Apa yang Anda tabur akan Anda tuai.

Hukum tabur-tuai ini berlaku dalam kehidupan, sama seperti hukum alam lainnya. Tidak perduli kita orang Kristen atau bukan, jika kita menabur hal yang jahat maka kita menuai kutuk, dan juga sebaliknya jika kita menabur kebaikan maka kita menuai berkat. Jadi pastikan bahwa kita menabur kebaikan kepada karyawan, investor, patner kerja dan siapapun yang kita jumpai, karena setiap tindakan pasti akan ada akibatnya.

2 Kepemimpinan yang kejam menghasilkan tim yang kejam

Seorang pemimpin adalah teladan, cara kepemimpinannya akan ditiru oleh bawahannya. Jadi jika Anda tidak ingin memiliki sebuah tim kerja yang buruk, jangan berprilaku buruk. Sekalipun kesuksesan bisa tercapai, pengalaman yang mereka rasakan adalah pengalaman negatif.Bahkan seringkali hal ini berbalik, mereka yang tidak puas dengan kepemimpinan seseorang akan menyerang balik perusahaan dan merusak citra usaha tersebut.

Jadilah pemimpin yang bijaksana, perlakukan rekan kerja, klien dan juga karyawan dengan penuh kasih sehingga mereka pun ingin menjadi pribadi seperti Anda. Bahkan sekalipun suatu saat mereka tidak bekerja untuk Anda lagi, yang mereka bagikan adalah kenangan yang manis saat di perusahaan Anda.

3. Bisnis dengan budaya kerja yang buruk berarti kehidupan yang buruk

Energi negatif tidak hanya akan terasa di kantor, namun juga akan terbawa ke rumah yang akibatnya berdampak kepada pasangan dan anak-anak. Pada akhirnya hal ini akan bisa berujung kepada buruknya hubungan antara suami-isteri atau bahkan hancurnya hubungan antara orangtua dan anak.

Bangun budaya kerja yang baik, positif dan penuh kasih sehingga bahkan keluarga pun merasakan energi positif dari perusahaan.

Banyak orang yang mencari mentor untuk bisa menjadi seorang pengusaha yang berhasil. Anda bisa mendapatkan mentor yang luar biasa, Dia bernama Yesus Kristus. Yesus adalah teladan kepemimpinan sejati, Dia menunjukkan bagaimana cara untuk menjalani kehidupan, hal ini termasuk dalam bisnis. Jika Anda mencari mentor, maka Yesus adalah pilihan yang tepat. Dia bukan hanya CEO dan Founder perusahaan yang berhasil, namun Dia lebih dari itu, Dia adalah pencipta kehidupan. Jangankan mengelola bisnis, Tuhan adalah pengelola semua mahluk hidup dan alam semesta. Jadi jika Anda ragu bagaimana membangun bisnis yang benar dan sehat, kembalilah pada Alkitab, temuilah Yesus dalam doa-doa Anda. Ijinkan Dia menjadi mentor Anda untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan penuh kasih, sama seperti yang Ia telandankan.

Sumber : Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami