Review Buku: Berpikir di Tingkat Bangsa

Book / 15 August 2015

Kalangan Sendiri

Review Buku: Berpikir di Tingkat Bangsa

Lori Official Writer
3356

Dari Kejadian sampai Maleakhi, dari Matius sampai Wahyu, Alkitab lebih suka berbicara tentang kedaulatan dan penyelamatan ilahi dalam kaitannya dengan bangsa-bangsa daripada dengan pribadi-pribadi (individu) atau dunia (universal). Dalam artian, Alkitab lebih menonjolkan pemikiran di tingkat bangsa daripada di tingkat individu atau universal.

Hal ini benar-benar sesuai dengan lagu yang berkata ‘Yesus cinta semua bangsa’. Atau ‘Allah mengasihi segala bangsa’. Jika Ia mencintai semua bangsa, Ia pasti mencintai bangsa demi bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Dan jika Ia mencintai bangsa demi bangsa, Ia juga tentunya peduli dengan segala aspek di dalam bangsa itu, baik politik, ekonomi, seni, budaya, kesehatan, pertanian, pertahanan-keamanan, pendidikan dan sebagainya.

Buku ‘Berpikir di Tingkat Bangsa’ yang ditulis oleh Samuel Tumanggor ini adalah buku yang menjadi bahasan yang patut dicatat oleh umat Kristen di tanah air. Buku ini berisi tentang peran umat Kristen bagi bangsanya sesuai dengan kerinduan Allah untuk melawat segala bangsa.

Alkitab menuliskan bahwa ‘Allah mengasihi segala bangsa’, dan Samuel rindu mengumandangkan kembali semangat orang percaya untuk berdiri bagi bangsanya, bukan hanya sekedar mengenai peran orang percaya untuk menjalankan misi menyelamatkan bangsa dari api neraka. Kasih Allah kepada bangsa-bangsa lebih luas dari hanya sekedar aspek ‘keselamatan jiwa’, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan.

Buku ini mengingatkan bahwa Allah mengajak kita untuk berpikir di tingkat bangsa, Ia memberi acuannya dalam Alkitab. Dalam Mazmur 144 ayat 12 dan 15 dituliskan, “Semoga anak lelaki kita seperti tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru yang dipahat untuk bangunan istana!...Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya!” Lewat ayat ini, Allah juga mengidealkan kaum muda sebagai tulang punggung bangsa. Allah sedang mengungkapkan bahwa suatu bangsa bahagia jika memiliki anak-anak bangsa yang menunjangnya.

Namun fakta berkata lain, banyak organisasi gereja dan lembaga pelayanan yang abai dengan ideal ini. Akibat pengabaian ini banyak orang Kristen yang tumbuh tanpa wawasan kebangsaan, tanpa mengarahkan diri untuk menjadi tanam-tanaman dan tiang-tiang penjuru bagi bangsa. Sehingga bangsa kekurangan orang-orang percaya yang berdiri di tingkat bangsa, dan akibatnya bangsa menjadi rapuh dan rentan.

Hal inilah yang hendak dibongkar oleh Samuel di buku ini. Ini adalah buku kumpulan tulisan-tulisan hasil pemikiran tentang isu-isu kebangsaan terkait kehadiran umat Allah di tengah-tengah bangsa. Ia mengingatkan agar kita jangan lalai akan takdir berbangsa dan maksud Allah bagi sebuah bangsa. Sebagai inti dan bahan perenungan dari buku ini, saya mengutipkan ayat firman Tuhan yang jelas menegaskan hal ini:

“Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing (Kisah Para Rasul 17: 26-27)”.

Maksud Allah terhadap bangsa dinyatakan kepada Rasul Paulus di depan bangsa Yunani bahwa semua bangsa dijadikan, diciptakan, dibentuk dan dimunculkan Allah dengan tujuan supaya mereka mencari dan menemukan Dia, yaitu supaya mereka mengalami Dia dalam hidup berbangsanya. Masa depan berbangsa pun telah ditulsikan dalam Alkitab bahwa: “Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu (Mazmur 86:9).

Kita diajak untuk tidak hanya menjadi warga kerajaan Surga yang hanya mementingkan diri sendiri dan pelayanan semata, tetapi loyo dengan melakukan setiap pekerjaan yang baik bagi kemajuan bangsa. Buku ini akan mengajarkan Anda tentang apa yang Anda bisa lakukan untuk bangsa dan bagaimana Anda melakukannya.

Semoga menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang ke-70 tahun ini, kita sebagai warga negara Indonesia yang dikasihi Tuhan, disegarkan kembali dan diingatkan untuk mengambil komitmen untuk mau berpikir di tingkat bangsa.  

 

Info Buku

Judul: Berpikir Ditingkat Bangsa

Penulis: Samuel Tumanggor

Penerbit: Satu Satu

Harga: Rp 42.000,-

 

Sumber : Jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami