Ahok: Betawi, Batak, Tionghoa Siapapun Berhak Memimpin!

Nasional / 14 August 2015

Kalangan Sendiri

Ahok: Betawi, Batak, Tionghoa Siapapun Berhak Memimpin!

daniel.tanamal Official Writer
4433

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;} </style>

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam mengambil sebuah keputusan, seperti salah satunya membongkar-pasang pejabat, seringkali berujung pada cercaan dan intimidasi terhadap dirinya. Gubernur yang akrab disapa Ahok ini membeberkan bahwa ia menerima pesan yang bernada rasis saat mencopot Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor dan menggantinya dengan Tri Kurniadi.

Ahok menduga pesan bernada rasis itu muncul karena ada pihak yang merasa tersinggung dengan pencopotan Syamsuddin, yang barang kali dianggap bekerja baik. “Saya terima pesan yang mengecam pencopotan karena menganggap (Syamsuddin) sudah bekerja keras layaknya budak di toko Cina,” katanya dengan nada geram, seperti dirilis Tempo, Kamis, (14/08/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur yang merupakan etnis Tionghoa pertama dan orang Kristen Protestan pertama yang mengemban jabatan Gubernur DKI Jakarta tersebut menegaskan bahwa Jakarta merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang membebaskan siapa pun dari latar belakang apapun untuk memimpin, asalkan membawa perubahan dalam masyarakat. “Mau Betawi, Batak, Tionghoa, siapa pun berhak memimpin,” tegasnya.

Bahkan tokoh yang pernah meraih penghargaan anti korupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award ini tak segan menantang balik pengancamnya yang tak suka dengan caranya memimpin Ibu Kota. Bila perlu adu fisik, tutur Ahok, dia akan terima tantangan itu. “Peringatan saja bahwa berat badan saya 93 kilogram. Kalau mau adu fisik, saya maunya yang seimbang,” kata Ahok.

Dalam kebijakannya mencopot Syamsuddin dan menggantinya dengan Tri, Ahok punya beberapa alasan yaitu Syamsuddin dinilai tak mampu menertibkan lapak pedagang kaki lima hingga lambatnya proses pembebasan lahan proyek mass rapid transportation di kawasan Fatmawati.

 

Sumber : Tempo
Halaman :
1

Ikuti Kami