John Caudwell, Pengusaha Sukses yang Habiskan Waktu untuk Charity

John Caudwell, Pengusaha Sukses yang Habiskan Waktu untuk Charity

daniel.tanamal Official Writer
2604

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;} </style>

Berbicara mengenai kesuksesan seorang tokoh, faktor latar belakang dan proses mereka untuk menuju kesuksesan biasanya menjadi yang utama untuk diberitakan. Namun kali ini kita terinspirasi oleh kesuksesan seorang John Caudwell yang juga sering menyumbangkan keuntungannya, bahkan menghabiskan waktunya untuk charity.

Caudwell merupakan pemilik dari Caudwell Group, sebuah perusahaan pemasaran handphone terbesar di Inggris. Dengan kekayaan sebesar 27 triliun rupiah, John menempati urutan ke 19 orang terkaya di Inggris.  Sebelum mendirikan Caudwell Group, John bekerja di perusahaan penjualan mobil. Lalu pada tahun 1986, John sangat iri kepada orang yang mempunyai handphone, walaupun terlihat besar tetapi orang yang mempunyai handphone akan sangat keren. Lalu bersama saudaranya, Brian, John Caudwell berencana menjadi reseller.

Akhirnya pada tahun 1987, dengan uang hasil tabungan bersama Brian, mereka menghubungi Motorola untuk membeli beberapa handphonya dan dijual kembali di Inggris. Total John membeli 26 Motorola sebesar 1.350 pounds setiap handphonenya. Setelah itu mereka berusaha menjual handphonenya kepada teman-temannya, tetapi karena harga sangat mahal. Selama 2 tahun, mereka baru bisa menjual seluruh handphonenya kepada supir taxi dan tukang servis televisi.

Caudwell lahir di Birmingham, dan bersama-sama Brian sekolah di daerah Birmingham. Kemudian Caudwell melanjutkan sekolahnya sebagai mekanik, setelah itu dia bekerja sebagai mekanik. Sambil bekerja sebagai mekanik, Caudwell juga sudah mulai berbisnis. Dia membuat distro kaos dan dijual kembali kepada klub-klub motor. Bahkan distro kaosnya sangat berkembang dan hampir dijual kepada publik. Tetapi karena banyak pesaing pada saat itu, distro kaos Caudwell tidak sampai masuk bursa saham.

Setelah itu Caudwell bersama Brian berusaha untuk menjual motor sebelum akhirnya menjual handphone. Walaupun baru dapat menjual 26 handphone dalam waktu 2 tahun, Caudwell tidak berhenti untuk berusaha. Caudwell lalu mendirikan Phones4U dengan membuka toko pertamanya di London. Tetapi siapa sangka, ternyata angka penjualan handphone di Inggris sangat meningkat, pada tahun 1991 Phones4U menjadi distributor handphone terbesar di Inggris.

Phones4U bersama The Carphone Warehouse bertarung bersama-sama dalam distributor handphone di Inggris. Tetapi Phones4U berada diatas, karena Phones4U bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti 20:20 dan Vodavone.

Kekayaan Caudwell bisa dibilang tak terhingga, sekarang dia mempunyai villa dengan 50 kamar, sebuah helicopter, jet pribadi, motorboat dan mobil yang nilainya miliaran. Tetapi walaupun hidupnya glamor, Caudwell tidak melupakan asalnya dulu.

Caudwell setiap pagi sering bersepeda, bahkan tidak jarang dia pergi ke kantor menggunakan sepeda. Lalu pada tahun 2000, Caudwell dengan resmi membuka Caudwell Children, sebuah yayasan kemanusiaan untuk anak-anak. Dia berkata, “Saya harus memastikan setiap uang yang saya dapatkan harus juga diberikan kepada anak-anak kecil yang membutuhkan”. Dengan hobi bersepeda yang dia miliki, Caudwell juga melakukan charity 1000 miles bersepeda untuk mendapatkan dana bantuan lebih. Bahkan, Caudwell jika meninggal akan memberikan 50% dari hartanya kepada anak-anak.



Sumber : studentpreneur.co

Ikuti Kami