Pakar Kesehatan Prediksi Tinta Tato Berisiko Jangka Panjang Pada Kulit
Sumber: www.liputan6.com

Health / 11 August 2015

Kalangan Sendiri

Pakar Kesehatan Prediksi Tinta Tato Berisiko Jangka Panjang Pada Kulit

Lori Official Writer
12227

Mengukir sebuah gambar di bagian tubuh tertentu adalah salah satu kreasi seni yang diterima baik bagi sebagian orang dan sebaliknya masih dipandang tabu oleh yang lain. Tak sedikit orang yang justru kecanduan melukis beraneka ragam tato di bagian tubuh yang disukainya karena dianggap hanya sebagai ungkapan seni yang dituangkan di atas tubuh dan akan melekat seumur hidup pada tubuh seseorang.

Namun baru-baru ini para pakar mulai mempertanyakan risiko jangka panjang dari tinta tato bagi kesehatan kulit. Dr Andreas Luch, seorang peneliti senior dari Institut Federal Jerman di Berlin mengatakan, tidak ada bukti yang mengatakan bahwa tinta tato bersifat aman ketika diinjeksi ke lapisan kulit. Meski belum mengetahui secara pasti efek jangka panjang dari tinta tato, ia menjelaskan bahwa sebanyak 1-5 % orang mengalami efek samping dalam jangka pendek setelah ditato karena aktivitas bakteri yang terkandung, baik pada tinta maupun jarum yang digunakan. Efek yang dirasakan beragam, mulai dari nyeri, pendarahan, infeksi dan alergi.

Dalam sejumlah kasus beberapa tahun belakangan ini, peneliti menemukan dari 58 botol tinta tato sekitar 10 % diantaranya telah terkontaminasi oleh bakteri atau virus seperti bakteri chelone (mirip mycobacterium tuberculosis), mycobacterium leprae, staphylococcus, virus herpes simples dan mikrobakterium atipik.

Dr Luch menilai tinta tato yang telah dijadikan sebagai bahan kosmetik di berbagai negara itu sesungguhnya diproduksi secara kimia oleh pabrik tinta. Tak heran bila ditemukan sebanyak 14 sampel tinta tato di beberapa negara mengandung pengawet. Hal ini terjadi karena sebagian tinta tato yang mengandung pigmen organik dikombinasikan dengan bahan pengawet dan zat lain seperti nikel, arsenik dan timah.

“Kita perlu memikirkan bahwa semua bahan yang terkandung di dalam tinta tato, pengawet, bahan pembantu saat diproduksi oleh pabrik, atau apapun itu, akan terus berada di dalam tubuh dari waktu ke waktu. Dikategorikan sebagai kosmetik saja tidak cukup,” terang Dr Luch.

Dr Luch tidak menutup kemungkinan jika sebagian tinta tato yang telah diproduksi secara industri akan menimbulkan efek samping dalam jangka waktu yang panjang, semisal menyebabkan toksisitas organ atau kanker. Meski hal ini masih belum diketahui secara pasti. “Dalam jangka panjang, kita belum mengetahui apa yang akan terjadi dengan tinta ini, apakah akan menumpuk di organ dalam, atau mampu diekskresikan oleh tubuh,” terang Dr Luch.

Untuk terhindar dari bahaya itu, Dr Michi Shinahara, seorang ahli dermatologi dari Universitas Washington menyarankan agar siapapun yang hendak menato tubuhnya lebih cerdas dalam memilih dan menanggung efek dari tato. “Mereka bisa melakukan penelitian kecil-kecilan, menanyakan tentang permasalahan akibat tinta tato yang terjadi baru-baru ini, mengikuti petunjuk perawatan tato, serta melaporkan langsung pada seniman tato dan dokter jika terjadi masalah pada bagian kulit yang ditato”.

Tetapi akan jauh lebih baik lagi jika mereka yang berhasrat menato bagian tubuhnya berpikir matang akan keinginan mengukir tato secara permanen di bagian tubuh. Apakah hal itu menjadi pilihan yang tepat atau tidak, termasuk ketika menyadari berbagai efek yang ditimbulkan bagi kesehatan kulit.

Sumber : Okezone.com/Doktercantik.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami