7 Reaksi Tubuh Saat Berhenti Bercinta
Sumber: magazine.sukhacitta.com

Marriage / 5 August 2015

Kalangan Sendiri

7 Reaksi Tubuh Saat Berhenti Bercinta

Theresia Karo Karo Official Writer
6292

Penurunan mood, konflik dengan istri atau suami, hubungan jarak jauh, stres adalah sebagian dari alasan seorang untuk berhenti berhubungan seksual dengan pasangannya. Saat pasangan menikah memutuskan untuk ‘puasa’ bercinta, ternyata hal ini turut memberi pengaruh positif dan negatif pada kondisi tubuh mereka. Berikut tujuh reaksi tubuh ketika seseorang berhenti berhubungan seksual:

1. Mudah cemas
Penelitian dari Skotlandia mengungkapkan, bahwa mereka yang berhenti berhubungan seks sangat mudah dilanda kecemasan. Berbanding terbalik dengan pasangan yang rutin berhubungan seks, mereka yang berhenti bercinta harus berjuang keras dalam menghadapi situasi stres. Misalnya, saat harus berbicara di depan banyak orang.

Hal ini dikarenakan minimnya stok endorphin dan oksitosin yang mampu memberikan perasaan nyaman dan bahagia. Salah satu yang merilis bahan kimia ini adalah dengan rutin melakukan hubungan intim.

2. Potensi kanker prostat semakin meninggi
American Urological Association menyebutkan bahwa, pria yang dapat berhubungan seks mengalami penurunan risiko kanker prostat hingga 20 persen. Dan hal yang sebaliknya terjadi, saat pria berhenti melakukan hubungan seks dengan pasangannya.  

3. Mudah flu dan pilek
Immunoglobulin A (IgA) merupakan salah satu garis pertama pertahanan tubuh terhadap virus. Menurut studi oleh Wilkes-Barre University di Pennsylvania, Amerika Serikat, pertahanan tubuh ini bisa meningkat hingga 30 persen saat pasangan menikah rutin melakukan hubungan seks sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu.

Oleh sebab itu, saat Anda memutuskan berhenti berhubungan seksual dengan pasangan, otomatis mempengaruhi ketahanan tubuh yang menurun. Inilah yang menyebabkan Anda mudah diserang flu dan pilek.

4. Menekan risiko infeksi saluran kemih
Hal ini termasuk dalam dampak positif dari berhenti bercinta. Sekitar 80 persen infeksi saluran kemih pada wanita terjadi akibat hubungan seks. Bakteri yang masuk lewat vagina dapat terdorong hingga ke dalam uretra, dan menjadi awal infeksi. Sehingga wanita yang jarang atau berhenti melakukan hubungan intim, minim terserang infeksi saluran kemih.

5. Insecure
Les Parrott PhD, seorang psikolog dan penulis buku ‘Saving Your Marriage Before It Starts’ mengungkapkan, ketika pasangan menikah berhenti berhubungan seks maka hal ini berpotensi menimbulkan rasa bersalah, menyerang harga diri, dan menurunkan kadar oksitosin serta hormon bahagia lainnya. 

“Hal ini juga dapat meningkatkan kekhawatiran. Salah satu dari pasangan akan curiga bahwa pasangannya telah menyalurkan kebutuhan seksualnya kepada orang lain,” terangnya.

6. Tingkatkan risiko disfungsi ereksi
Kondisi ini khususnya dialami para suami. Studi yang terbit dalam jurnal American Journal of Medicine mengungkapkan bahwa, pria yang jarang atau berhenti berhubungan seks dengan Sang istri, dua kali lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi, dibandingkan dengan pria yang rutin bercinta. 

7. Tertekan
Hal ini terutama dialami pihak wanita. Studi yang muncul dalam jurnal Archives of Sexual Behavior menyebutkan bahwa, wanita merasa lebih tertekan ketika mereka berhenti berhubungan seks. 

Selain karena seks, perasaan sedih ini juga muncul saat pasangannya menggunakan kondom saat bercinta. Besar kemungkinan, karena tidak adanya senyawa seperti melatonin, serotonin, dan oksitosin yang mampu meningkatkan suasana hati wanita. Senyawa ini biasanya ditemukan dalam air mani pria.
 


Sumber : Kompas/Jawaban.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami